foto

foto

Senin, 10 Februari 2025

PANDAI PANDAILAH BERSYUKUR

YANG  LULUS  MENERIMA REJEKI

SAYA TAK PANDAI  ceramah  kata sipenceramah itu, kita cuma ngobrol saja dan silakan pandai pandai mengartikan obrolan kita ini sehingga bermanfaat dandibanding dibanding maka diluar dugaan kita  tak sia sia,  sesudah mrluncurlah demikian banyak banyak kata kata ternyata orang yang mengaku tak pandai ceramah itu kata seorang yang duduk dalam posisi yang tak jauh kami pendengarnya itu nampaknya adalah penceramah kawakan. Sesudah saya mendengsr Khutbah Ustd membahas masakah rejekiYudi yang membahas masalah rejeki itu membuat saya mengingat teringat dengan  uraian yang disanpaikan tokoh yang saya maksydkan dalam tulisan ini,  

Beliau membahas masalah kekayaan seperti main manin belakangan saya baru bisa paham, Kata beliau jika dibanding maka lebih banyak orang miskin berubah kaya dibanding mereka yang mampu  Dalam waktu bersamaan mereka yang kaya tak tahu jika dirinya kaya. Sehingga sepertinya memang sejak mula dia tak sadar jika dia kaya, Itu kata si penceranah, 

Saya sungguh terkejut ketikadihentak oleh info yang sangat tidak saya sangka sangka, seorang narasumber pada acara seminar via zoom beliau mengatakan bahwa sangat sedikit saudara saudara kita yang nampak jelas dalam keseharian hidup doatas rata rata jika kita tinjau dari praktik keseharian bisa saya sampaikan bahwa kita sangat kecewa sekali setelah berusaha mendeksti mereka untuk meminta sumbangan untuk kepentingan nasjid dan dakwah, kecuali beberapa orang maka sesungguhnya mereka bersikap tidak lebih baik dibanding orang orang kebanyakan. Sampai sampai mereka yang kita utus  ternyata sangat kecewa sekali. 

Penceramah itu menambagkan akhirnya panitia menyimp[ulkan jangan terlalu banyak berharap kepada mereka kecuali hanya beberapa saja, sisanya justeru mereka sangat membutuhkan doa doa kita agar mereka diselamatkan dan dan dibahagiakan dengan harta mereka karena ternyata justeru lebih banyak  mereka yang dimata kita memeliki rejeki berlimpah justeru mereka sangat terampil untuk bicara tentang kesulitan hidup ini, mereka terkesan mengalami kehidupan yang justeru super sulit dan memperhatinkan. 

Penceramah menambahkan bahwa akhirnya mereka berusaha merubah sikap dan harapan, mereka lebih  merasa akan bermanfaat jika lebih mendekati saudara saudara kita dari kelompok kurang berpunya kehadiran kita lebih disambuat dengan segala  sukacita.

Begitu masuk kerumah Tim kita mengucapkan salam  kepada tuan rumah, belum lagi mereka dipersilakan duduk, tamu berdiri berbaris seseorang berdiri memimpin mereka berdoa bersama, mereka mendoakan agar tuan rumah semua dalam keadaan sehat walafiat murah rejeki serta lancar usaha, dan lancar belajar menambah dan menge,bangkan usaha dan pengetahuan lainnya, Dan tak lupa melaksanakan ibadah sesuai peraturan yang  ada dan juga tak lupa juluarkan zakat infak dan sadaqo   sesuai aturah fikih yang ada, 

Sangat mungkin panitia mengatakan bahwa kita memberikan sumbangan tidakharus melebihi penghasilan dan dengan demikian juga sekaligus kita terlepas dari kewajiban kewajiban yang standar sesuai dengankemampuan minimal. Kita sangat mengagumi keterangan Pengurus Masjid i Kalimantan  yang ummat Islamdi sana sebagai minoritas (seitar 37an persen) tetapi Kas Keuangan Masjid mampu  menyimpan  ratus milyar rupiadominasi g (?) dan kemampuan menyumbang justeru didominasi oleh kelompok ekonomi renah. 

Hal ini menjadi menarik karena penyandang ekonimi rendah lebih memiliki kediiplinan yang lebih inggi dalam menyimbang, gejala ekonmi lemah justeru memiliki kedisiplinan dalam menymbang seungguhnya adalah merupakan gejala merata diseluruh daerah, tetapi sayang daerah daerah belum umum mengumpulkan gejala yang menarik ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar