foto

foto

Jumat, 04 September 2020

UNTUK KEMAJUAN ISLAM, CIPTAKAN KISAH TELADAN MULAI SEJAK LAGI MUDA

CIPTAKANLAH KISAH SUKSES SEBANYAK MUNGKIN.

MENCIPTAKAN KISAH TELADAN, itu merupakan kunci untuk tetapnya keberadaan Agama Islam di Indonesia, itu disampoaikan oleh Ustadz. Imron Rasidi dalam Khutbah Jum'atnya pada tanggal 4 September 2020 di Masjid Al-Jihad Perumahan Korpri Sukarame Bandar Lampung. Ustad Imron Rasidi memberikan empat syarat yang harus dilaksanakan untuk menuju ketercapaian itu yaitu spiritualitas, ilmu, akhlaq dan provesionalitas. Artinya seseorang harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi, memiliki pengetahuan yang luas, utamanya terkait bidang yang ditekuni, memiliki sikap, pikiran serta prilaku yang baik, memiliki keterampilan yaitu profesional. Pupuk terus keempat aspek itu dan binalah secara mandiri dan laksanakanlah sesuatu yang bisa kita mulai dari yang kecil kecil dan ringan, tambahkanlah secara terus menerus sehingga memiliki prestasi yang besar.


Pada Umumnyadalam rangka menggoreskan kisah keteladanan itu maka gerbang yang harus ditapaki adalah mengumpulkan sebanyak mungkin kisah kisah sukses, kisah sukses secara gampangan adalah mampu menyelsaikan sesuatu ketika orang lain tak mampu menyelesaikannya. Yang paling gampang sebagai misal adalah, dalam pristiwa yanbg berulang umpamnaya,  telah beberapa kali orang mengantar undangan, tetapi undangan tak semua sampai, pernah juga semua undangan sampai ke tujuan tetapi yang hadir  hanya 80%.  Ketika kita yang menyampaikan undangan undangan semuanya sampai ketujuan, selain undangan sampai ke alamat, yang terundang sempat ditemui dan diyakinkan bahwa cara tersebut penting dan mereka tertarik dan berjanji datang. Itu merupakan kisah sukses.

Ketika kita sedang berada dalam proses pendidikan, kita harus mencapai nilai terbaik, setelah kita mencapai yang terbaik maka upayakan menjadi yang cepat, setelah menjadi yang terbaiik di kelas, maka upayakan untuk menjadi yang terbaik dan tercepat di sekolah, antar sekolah, antar wilayah dan seterusnya. Semakin banyak kita mengumpulkan kisah kisah sukses itu maka terbuka peluang menorehkan kisah teladan. Oleh karena itu jangan biarkan kita menjadipecundang.

Bukan hanya pecundang, Wahai Pemuda Islam jangan pernah Engkau mengalami masalah hukum dan moral dalam kasus sekecil apapun. Karena hal tersebut akan menjadi beban seumur hidup. Banyak tokoh sekarang ini yang menjadi ATM bagi orang orang yang mengetahui celanya, mereka mendatangi si tokoh ketika butuh sejumlah uang, umpama anak sakit, akan bepergian keluar kota memenuhi undangan seseorang, atau ada sesuatu hal yang membutuhkan dana. Orang tersebut biasa diberi uang setiap kali datang, sebagai jasa tutup mulut atau rahasia atau menceriterakan suatu kasus walaupuin sebenarnya kasus itu telah selesai dengan damai ataupun bahkan di poengadilan. Tetapi tetap saja itu merupakan celah untuk mempermalukannya. Jadi hindarilah mnelakukan kekeliruan.

Oleh karena itu maka yang harus dilakukan adalah ciptakanlah kisah sukses sebanyak mungkin.  Ketika anda telah sukses melakukan sesuatu, maka ciptakanlah satu sukses yang lain. Kita akan mencapai sukses manakala kita belajar dan belajar lagi untuk menambah kisah sukses itu. Kisah sukses itu dalam waktu bersamaan haruis menjadi ibadah yang tak putus bagi kita, untuk membina kedekatan kita kepada Allah SWT^. Dan memang itu ternuka jalan bagi kita semua yang selalu ingin menambahkan kisah suksesnya. Karena mengejar kesuksesan itu membutuhkan belajar, mempelajari sesuatu yang baru, sampai kita matipun sebisa mungkin kita dalam proses belajar, ketika seseorang meninggal kita Iya sedang belajar, maka Iya akan dicatat sebagai mati yang sahid. Ada dua pilihan yang kita kejar, mati sahid, atau kita tetap hidup dalam keadaan mulia.

Sampai dengan menapaki hari tuapun kita memang harus tetap belajar. Ada sesuatu yang kita kejar dihario tua, yaitu Sucsefull  Ading, kita tetap mengalami sukses dengan berhasil tetap mandiri, dan bahkan masih memiliki kemampuan untuk mengakses berbagai karya dan kemajuan hasil  dari sain dan teknologi. Bilka anda ingin tetap dihormatoi orang, maka ciuptakanlah kisah suksees sebanyak banyaknya, sehingga menjadi Tru History. Selain itu kita harus menjadi seseorang sosok yang memiliki kebersihan sejarah. Anda akan menjadi tokoh yang dihargai ucapan dan poemikirannya.

Jumat, 28 Agustus 2020

TAK ADA ISLAM LIBERAL

KARENA LIBERAL TAK MAU TUNDUK KEPADA AGAAGAMA, EKSITENSI LIBERAL JIKA AGAMAMAU TUNDUK .
d Agama Dan Liberal itu tak bisa disatukan, ciriciri liberal adalah melarang pengikutnyamemiliki keterikatan dan kepatuhan terhadap suatu ajaran, karena

Jumat, 07 Agustus 2020

SHOLAT JUM'AT









SOLATIDUL FTRI 1SAWAL 24MEI 20







BIASAKANLAH MUSYAWARAH BERSAMA ANGGOTA KELUARGA.

 DIHARI RAYA ADHA ini hendaknya kita mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, dan sesuatu yang sangat berharga bagi sesuatu yang telah diporaktekkan oleh Nabi Ibrahim As. Ketika beliau akan memutuskan sesuatu yang mau tidak mau akan berdampak bagi para anggota keluarga, beliau mengumpulkan semua keluarga, utamanya mereka yang akan terkena dampak yang paling berat, untuk dipersilakan mengeluarkan pendapat dan harapannya. Tidaklah tgangghung tanggung pada saat itu Dia mendapat perintah dari Allah untuk mengorbankan seseorang anak yang memang sudah sejak lama diidam idamkan. Dengan penuh harap dan cemas, Islmail yang akan dikorbankan dimintai pendapatnya. Tetangh suatu perintah yang sama sekali tak dapat diterima nalar.

Tetapi sebagai seseorang anak yang memang tak pernah lepas dari lindungan Allah, maka ketika Isma'il tahu bahwa itu merupakan Perintah dari Allah, maka anak itu menganjurkan, bahwa apa yang didapatkan dari Allah, maka sebagaiknya segera dilaksanakan. Dan ternyata benar Allah SWt. adalah maha pelindung, Ismail selamat dan tak kurang satu apapun. Seekor kibas ternyata adalah penggantinya. Ini merupakan baroqah, bagi sebuah keluarga yang gemar melaksanakan musyawarah. Sungguh keluarga yang musyawarah akan mendapatkan berkah, yang tak didapatkan oleh keluatga yang lain.


Memperhatikan trend keluarga dari masa ke masa, dengan kemajuan sain dan teknologi  dengan semakin lengkapnya sarana prasarana komunikasi, tetapi pada saat yang sama ternyata komunikasi sesama anggota keluarga di lingkungan keluarga akan menjadi sesuatu yang langka. Padahal komunikasi dan musyawarah di lingkungan keluarha seperti apa yang ditiunjukkan dalam sebuah pristiwa besar dan selalu dirayakan dengan hari raya terbesar, yaitu Iedul Adha.

Jangan sampai terlambat, bangunlah komunikasi keluarga sekarang juga, bangunlah  musyawarah keluarga sekarang juga, dengan itu semua keluarga akan mendapatkan rahmat, manakala dalam berkomunikasi dan dalam bermusyawarah kemukakan dan dahulukan sekali perintah perintah Allah.  Dari keluarga yang  mendapatkan barokah maka akan terbenruk masyarakat yang mendapatkan barokah, dari masyarakat yang mendapatkan barokah maka akan muncul Bangsa yang mendapatkan barokah. Demikian sebaliknya.

Itulah kira kira yang akan disampaikan oleh Ustadz. Dawam DJ Swawi.  Wallohu a'lam bishowab.

Minggu, 12 Juli 2020

KITA JADIKAN MASJID ALJIHAD SEBAGAI MASJID YANG TERBERSIH DAN TAAT ATURAN.

ATAS KESEPAKATAN BERSAMA  Musholla Al-Jihad yang terbilang mungil ini bisa kita tingkatkan menjadi Masjid, dan sejak itu hingga sekarang telah melakukan Sholat Jum'at hingga sekarang dan berdasarkan pantawan jama'ah yang ikut sholat Jum'at di Masjid ini selalu saja di atas 50 bahkan tiga kali diantaranya mencapai di atas 60 jama'ah. Walaupun sekitar sepertiga penduduk di lingkungan RT 1 di mana menjadi lokasi Masjid ini justeru tidak melaksanakan Sholat Jum.at di Masjid ini karena ada kegiatan yang lain di luar yang tak dapat ditinggalkan. Artinya jumlah jama'ah masih terdapat potensi untuk sewaktu waktu berkembang, terutama hari libur. Dan Karena itu pula maka dalam waktu dekat Pengurus akan segera membentuk Panitia Pengembangan Masjid.

Untuk dalam rangka menyegarkan ingatan, bahwa terselenggaranya Sholat Jum'at di Masjid ini adalah karena dirurupnya Masjid disekitar terkait virus corona tetapi Pemerintah tidak melarang untuk menyelenggarakan sholat lima waktu berjama'ah. Ternyata pada hari Jum'at banyak jama'ah yang datang untuk ikut sholat dzuhur berjama'ah pada hari Jum'at.  Selain penduduk setempat, banyak juga mereka mapir  untuk sholat berjamaah. Keterangan dari mereka bahwa mereka memilih sholat di sini karena menghindari kerumunan di masjid lain yang menyelenggarakan sholat Jum.at secara sesak sehingga tidak mungkin menyesuaikan dengan kaidah protokal kesehatan terkait virus corona ini.

Jumat, 10 Juli 2020

TERKAIT VIRUS CORONA KITA MEMANG HARUS BERQOLBU SEHAT.

DENGAN QOLBU YANG SEHAT  maka kita akan berakal sehat, dan dengan akal yang sehat maka kita akan mampu mengambil kesimpulan atau ketetap yang sehat pula. Dengan akal sehat dasn kesimpulan yang sehat pula maka kita akan yakini lebih mendekati kebenaran, tetapi hanya Allah yang mengetahui kebenaran yang hakiki.
Khatib kami di Masjid Aljihad Ustad Imron Rosadi Jum'at 10 Juli 2020 tadi siang memilih tema tentang sikap para jama'ah masjid virus corona. Setidaknya ada dua kata beliau, ada pihak yang demikian patuh keputuisan dan oetunjuk Pemerintah  yang sempat melarang jama'ah sholat Jumat di Masjid. Dan Kota Bandar Lampung sempat dikategorikan sebagai zona merah.

Ada jama'ah  yang mematuhi ketetapan dan petunjuk Pemerintah yang salah satu isinya melarang sholat taraweh dan Jum'at berjama'ah di Masjid. Tetapi ada jama'ah dengan berbagai dalil serta [ertimbangan tetap memilih sholat berjama'ah di Masjid, bahkan bila peserta jama'ah sholat Zuhur mencukupi pada hari Jum'at mereka melalukan sholat jum'at dengan jamah yang terbatas, serta mengikuti kaidah kaidah protokol kesehatan, dan menghgindari kerumunan.



Tentang konten khutbah Ustadz Imron Sosadi silakan putar vide yang kami cantumkan dalam blog ini, Apakah  keputusan kita benar, maka kami menampilkan tulisan yang sangat  sederhana ini. Kita tuidak boleh menghakimi Saudara sendiri ketika terjadi perbedaan saikap terkat Virus Corona, apapun keputusan kita, belum tentu kita benar, belum tentu yang salah. Lebih baik kita banyak istighfar dan saling mendoakan agar diampuni segala kesahan dan perunjuk jalan yang lurus.

Setidaknya marilah kita telusuri pemikiran seorang ulama yang banyak bicara tentang  jiwa atau qalbu yang sehat, karena dari qalbu atau jiwa yang sehat, maka kita akan mendapatkan akal yang sehat pula. Kita tahu bahwa dengan akal yang sehat, maka kita akan tiba pada kepuitisan dan sikap yang sehat serta mendekati kebenaran. Pada qalbu yang sehat terdapat akal dan pikiran yang juga sehat.

Ada qalbu yang sehat dan ada juga qalbu yang sakit. Qaldisebut sakit manakala Disebut qalbu yang sakit manakala dalam pikirannya terhenti pada sebuah keragu raguan. Disebut qalbu yang sehat manakala pikirannya, dan ketetapannya penuh dengan keyakinan. Untuk mencapai itu maka harus kita bangunkan qalbu kita, qalbu akan bangun manakala banyak zikir dan kita merasa Allah selalu memperhatikan kita,, sehingga kita tidak pernah lali, lalainya kita adalah karena  qalbu kita sedang  tidur. Harus kita hidupkan kalbu kita, qalbu yang hidup tandanya kita haus akan ilmu, sehingga kita memiliki wawasan yang luas, Jangan sampai qalbu kita mati, qalbu kita disebut mati manakala  kita tak memiliki keinginan dan kemampuan menambah nam,bah ilmu dan pengetahuan di qalbu kita. Menuju qalbu yang sehat Qalbu harus hidup jangan mati. Qalbu harus harus bangun jangan tidur, dan qalbu jangan sakit, dan qalbu kitapun Sehat.

Kita harus memiliki kemampuan yang jujur dalam mengevaluasi diri.Untuk memastikan apakah qalbu kita masih hidup kita ukur dari keinginan kita menambah wawasan, apakah kita menulusuri kebenaran sebuah informasi dari sumber yang valid berdasarkan struktur ilmu yang metodologis, itu adalah pertada qalbu kita hidup.  Atau kita merasa cukup nyaman dengan berbagai brita hoax karena secara kebetulan seirama dengan selera dan nafsu belaka belaka.

Apakah ketika kita menetapkan keseimpulan itu dilingkupi perasaan sedang dalam dalam awasan Allah, dan itu merupakan wujud dari apa yang kita zikirkan, itu pertanda qalbu  kita sedang bangun. Atau kita justeru berulangkali melakukan kekeliruan kekeliruan serta kelalaian lainnya, dalam memutuskan sesuatu sering kita berargumen dengan argumentasi yang subjektif, sehingga sering mengalami kekaian dalam banyak aspek. Jika itu yang terjadi maka berarti hati kita sedang tidur.

Perkuat itu smua sehingga qalbu kita tidak sakit dan sehat. Sekali janmgan saliung menyalahkan dan jujurlah menilai pribadi, sehingga kita mengetahui di mana sebenarnya posisi diri kita. Dan jagalah jangan sampai qalbu kita, mati, tidur dan atau sakit. Jadikalah qalbu ini tetap hidup, tetap bangun serta tetap sehat.  Wakkoihu a'lam bishowa.