Resensi : Al-‘Adaalah Al-Diniyah Fi Riwayat Al-Haditsiyah (Buku Kanan)


SJUMLAH NAMA PAHLAWAN REVOLUSI MELEKAT DI HATI.
Penerimaan anggota Sukarelawan itu sejalan dengan usul Komumnis untuk membuat angkatan Baru selain Angkatan Darat, Udara, Udara dan Kepolisian juga ada angkatan Buruh Tani. Sukarelawanpun dibentuk dari para rakyat sipil, ini dilakukan dalam rangka antisipasi atas ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia. Apel Peringatan hari hari Besar Nasional dilaksanakan di Lapangan Bolakaki Pagelaran, maka bartisan Pemuda Rakyat selalu menjadi pasukan yang paling besar diantara peserta Upacara, semisal hari Kwemerdekaan, Hari Pahlawan, Hari Sumpah Pemuda dan laij lain.
PKI berhasil merekrut banyhak anggota di Kecamatan Pagelaran, beberapa desa di Pagelaran nampak menjadi basis PKI. Diam diam sejumlah tokoh Muslim di di Kecamatan Pagelaran, khususnya Desa Pagelaran sepakat mendirikan Madrasah untuk mengantisipasi Pengaruh PKI, sejumlah desa yang dijadikan basis PKI dicarikan anak untuk sekolah di Madrasah itu, sekolah Madrasah itu mereka namai Madrsah Wajib Belajar. Sejumlah Tokoh yang saya ingat seperti Hi. Abdullah, Hi. Temenggung, Hi. Zailani dan lain lain.
Sebelum terjadi pemberontakan berdarah paling biadab di Indonesia ini diawali dahulu dengan berbagai pristiwa pembunuhan dengan sasaran ummat Islam, khususnya ulama dan para santri, dan puncak puncaknya adalah pembunuhan secara biadab terhadap tujuh pahlawan, mereka terbunuh oleh Pasikan Cakrabirawa, yaitu Pasukan Pengawal Kepresidenan di masa Presiden Soekarno. Halusinasikah itu semua.
Mungkin Rocky Gerung sebagai pengamat politik itu tak sepenuhnya benar, dia mengatakan bahwa pada saat ini Bangsa Indonesia sedang dikuasai kelompok orang orang dungui. Sesreorang disebut dungu adalah manakala terbiasa mengambil sebuh konklusi secara tidak benar bahkan tak memahami premis premis yang ada. Agak kualahan para steru menjawab tuduhan Gerung, tetapi memang masyarakat dipertontonkan oleh sejumlah politisi, pengamar dan bahkan para pemangku kebijaksanaan, sehingga masyarakat benar benar kehilangan kepercayaan. Dan ketika berdiskusi tentang PKI kita benar benar disajikan dengan kehampaan harapan Indonesia hebat itu.
PKI itu hanya halusinasi, Bagi anak keturunan dan bahkan cucu cucu dari mereka yang terlibat pemberontakan PKI, maka cerita tentang pemberontakan PKI itu tajk lebih hanya rekayasa belaka, sesuai dengan halusinasi para Penguasa Orde Baru. Sedasngkan kebangkitan politik PKI bagi pengamat tak lebih hanya halusinasi belaka. Kota koata yang mereka jadikan kunci adalah PKI sudah tidak ada lagi, di Sovyet Komunis Bubar, sedang di China Komunis melakukan politik kapitalis besar besaran.
BEGITU MEMASUKI new normal walaupun lambat dan sempat turun tetapi akhirnya secara statistik menunjukkan angka kenaikan yang signivikan, tetapi sayang dalam waktu yang bersamaan Pemerintah tidak memiliki sikap yang seragam, sehingga daya kepatuhan masyarakatpun menunjukkan gejala hambar. Tidak kurang dari seorang Gubernur Jakarta Anisbaswedan diusulkan oleh sementara tokoh untuk dinonaktifkan dari jabatannya, tetapi untungnya pihak Penguasa memang tidak kompak. Hiruk pikukpun tak terelakkan, belakangan baru ketahuan pihak yang paling tidak setuju dilaksanakannya PSBB terkait virus corona justeru adalah orang paling kaya Indonesia pemilik PT Jarum. Beliau tak mau perusahaannya mengalami kerugian seperti ketika terjadinya lockdown separo harga itu. Lalu bagaimana caranya kita bersikap.
Semula memang Presiden Jokowi bersikukuh bahwa perekonomian diatas segala galanya, belakangan beliau telah berubah bahkawa kesehatan diatas segala galanya. Tetapi hal tersebut nampaknya tidak otomatis dipatuhi secara serentak oleh para anggota Kabinetnya. Sebagian anggota kabinet sejalan dengan sikap para arang kaya bahwa kagiatan perekonomian jangan sampai erganggu kelancarannya oleh batasan batasan yang ditetapkan dalam rangka mengantisipasi covid 19 ini. Terjadi tarik menarik antara dua sisi ini, dan hampir bisa disimpulkan bahwa nanti kegiatan prekonomian akan memenangi tarik menarik ini, dan nantinya tak lagi akan didapatkan pembatasan pembatasan, manakala Pemerintah tak lagi akan menanggung resiko sebagai efek sampingannya.
Bukan tidak mungkin nantinya viris corona atau covid 19 ini akan berlanjut dalam waktu yang lama, terlebih konon dibutuhkan waktu enam tahun untuk membuktikan atau mengujicobakan vaksin yang dimaksudkan sebagai pengantisipasi virus ini. Mungkin maksudnya seseorang akan menunggu enam tahun apakah seseorang itu aman dari virus ini. Itupun jika vaksin berhasil.
Sudah lama beredar analisis para ahli bahwa memang separo masyarakat dunia ini akan meninggal karena berkembangnya virus ini. Dalam satu rumah saja andaikan terdapat satu orang tidak memiliki kedisiplinan sesuai dengan protokol kesehatan, maka keluarga itu semuanya sedang dalam ancaman. Bisa jadi anggota keluarga yang tak disiplin tersebut memiliki ketahanan yang prima, itu bukan berarti Ia tak mendapat serangan atas ketidakdisiplinanya itu. Karena banyak orang yang tak menunjukkan gejala apapun, padehal dia sudah terkena.
Seseorang yang terkena itu berarti memiliki peluang menularkan kepada seluruh anggota rumah, bisa jadi lewat kamar mandi, kamar kecil ruang makan, kamar tiduir dan banyak lagi fasilitas bersama yang bisa menjadi media penularan. Apalagi pada saat ini masih sangat sedikit sekali kita yang telkah melakukan pewmeriksaan. Kita masuk ke ruangan bersama di tempat pelayanan umum itu hanya mengukur suhu saja, bagi mereka yang memiliki panas tinggi lalu memeriksakan diri, baru dinyatakan terkonfirmasi virus, walaupun belum tentu posityif. Anggora rumah yang tak disiplin itu menjadi jalan masuk yang sangat memungkinkan.
Kita berharap jangan sampai ada anggota satu rumah saeorangpun yang tak disiplin, karena itu akan menjadi ancaman bagi seluruh anggota rumah itu. Anggota rumah harus saling bahu membahu, dan saling memperingatkan manakala ada anggotanya yang tak disiplin. Tentu kedua orang tua harus menjadi contoh
Benar apa yang dikatakan Allah, bahwa Allah tidak menurunkan malapetaka kepada ummat manusia, tetapi ummat manusia itu sendiri yang berbuat sesuatu yang sejatinya mengundang datangnya malapetaka. Jika virus conona ini dianggap malapetaka, maka sesungguhnya manusia itu sendiri yang membuat para corona itu tak kunjung enyah dari tempat kediaman kita, itu nanti akan kita buktikan jika separo dari sahabat sahabat kita atau mungkin kita sendiri terkena virus corona covid 19.
Wallohui a'lam bishowab.
Sedperti banyak dipesanklan oleh para ulama dan dai, bahwa seseorang itu terkena suatu musibah apapun adalah memang Allah menginjinkannya dengan berbagai sebab, sekalipun Allah Allah menurunkan suatu musibah adalah karena sesuatu dariu yang bersangkuta. Oleh karenanya kita sebagai ummat Islam selayaklnya mendoakan agar beliau cepat sembuh, sehingga dapat beraktivitas kembali.
Namun dinatara yang paling layak adalah beliau memanfaatkan kesempatan dalam menerima azab atau teguran terkena virus yang sangat menakutkan itu dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri seraya mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampun atas segala kesalahan serta mohon petunjuk serta lindungan dari godaan syaiton Iblis yang terdiri dari jin dan manusia.
Sesuatu yang sangat memprihatinkan terkait beliau adalah pada saat beliau dimaki maki oleh sejumlah Anggota DPR yang youtubenya demikian viral. Kita sangat prihatin mengapa antara Legislatif dan Ekskutif itu yang seharusnya bahu membahu dalam dalam menerapkan bakti kepada Rakyat yang dipimpin dan diwakilinya itu menjadi ajang kritik dan maki maki, dan nampak Kemenag sewbagai pihak yang tersudut, karena para Wakil rakyat itu menyatakan mewakili perasaan rakyat. Seperti seolah Kemenag tidak berbuat untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya.
Memang belum ada permohonan maaf secara terbuka dari Menteri Agama, nampaknya beliau merasa benar dan tak butuh evaluasi. Maka sebaiknya marilah kita buru buru mewndoakan agar beliau segera mendapatkan petunjuk dari Allah, agar mendapat pencerahan dengan pristiwa sakit itu. Jangan sampai beliau terlambat, karena usia dan ajal hanya Allah yang tahu. Kita doakan jangan sampai ucapannya yang menyakitykan sebagian besar ummat Islam akan menjadi beban yang harus dipoertahankannya. Tetapi kita juga ikut bersyukur bila beliau panjang umur dan berkesempatan berbuat baik bagi ummat Islam dalam mengemban tugasnya bagi bangsa dan Negara ini. Aamiin.