SEPERTI TIDAK pernah kehilangan akal bagaimana caranya agar Islam itu menjadi sasaran kebencian, tetapi kali ini kelicikan semakin nampak, yaitu orang lain yang atau pihak lain yang berbuat tetapi Islam yang nantinya menjadi sasaran untuk dibenci. Cove Holiwing yang punya ulah melanggar aturan dan perijinan, ditindak Pemerintrah Daerah, tetapi ujung ujungnya nanti akan ada ulama dan ummat yang akan disalahkan lalu Islam secara keseluruhan akan menjadi sasaran kebencian, Islamophobia akan berkembang bukan tidak mungkin konon ada ribuan karyawan cofe holiwing yang konon beraga Islam juga akan marah dan benci kepada ulama dan ummat Islam, subhanalloh, jangan sampai ini terjadi, sebagai ummat Islam dan sekaligus mayoritas negeri ini memang dituntut cerdas sehingga kita semua mampu merawat Negeri ini.
Upaya mendesakralisasi agama Islam nampaknya semakin masif, dan itu memang tidak mesti menggunakan jalur politik, jalur ekonomi juga menjadi jalur yang menggelitik, dan tak lain adalah dalam rangka memperlemah Pancasila dan Kesatuan/ Persatuan Indonesia, apa yang dilakukan oleh Cofe Holywing mengenundang mereka yang ber5nama Muhammad dan Maria untuk datang pada wakti yang ditentukan untuk minum sajian gratis berupa minuman keras dalam rangka merayakan hari yang dimuiakan oleh penyelenggara, kabarnya pada malam itu mereka yang bernama Muhammad dan Maria berdatangan untuk minum minuman keras secara geratis. Acara itu menjadi buah bibir terutama dikalangan anak muda, dan penyelenggarapun puas setelah cafe kenamaan itu berhasil mendatangkan sekumpulan orang yang bernama Muhammad dan Maria. Tentu saja acungan jempol ditujukan kepada Tim Kreatif. berhasil mengumpulkan mereka yangh memiliki nama sama yaitu Muhammad dan Maria. Malampun berlalu.
Tentu segala sesuatunya telah diperhitungkan oleh Direktur bersama pemilik saham, berkat bimbingan mereka tim kreatif mampu menangkap dan memahami apa yang harus mereka siapkan. dan hasilnya luar biasa mereka telah berhasil mendatangkan sejumlah orang yang menyandang nama Muhmmad dan Maria, atau dalam versi Islamnya yaitu Mariam, seorang wanita suci yang melahirkan Nabi Isa AS. Dan tentu saja orang tua mereka memberikan nama Muhmammad dan Maria teriring sebuah nama yang sangat dihormati dan pembeian nama itu tentu dengan sejumlah harapan, setidaknya sebagai pengikut atas kemulyaan pemilik nama yang dilekatkan kepada dirinya.
Peristiwa ini bukanlah sebuah kebetulan belaka, sesuatu yang sejatinya tak terpisah dari setting yang lebih besar yaitu khilangan rasa simpati dan hormat kepada pemilik nama Muhammad, kehilangan rasa simpati kepada Rasul dan tokoh dalam sejarah Islam utamanya para ulama adalah strategi yang akan doitempau dalam rangka pelemahan Islam, karena berdasarkan sejarah Islam bahwa adalah terlalui berat untuk menghancurkan Islam dari luar, karena Islam memiliki rasa militasi yang sangat tinggi, jadi adalah meru[akan satu satunya cara adalah menghancurkan Islam dari dalam. salah satu cara untuk menghancurkan Islam adalah memanfaatkan orang orang munafik. Orang munafik adalah orang orang yang secara fisik dan keseharian nampak sebagai Muslim, tetapi Ia memiliki kegemaran atau kesenangan tersendiri ketika mampu menyerang Islam dari dalam. Akan merasakan untuk ketika Islam dirugikan. Dan itu jumlahnya tidakj sedikit.
Dalam hal ini sudah mulai nampak bahwa ribuan karyawan Cofe Holiwing bisa menjadi dalih dan bahkan bisa berkembang menjadi alat untuk satu gerakan yang seolah bukan gerakan politik, tetapi dalih ekonomi, walaupun sudah menjadi rahasia umum bahwa ekonomi dan politik adalah dua mata uang pada sebuah coinm sehingga tak terpisahkan.
HAJI GIRING VS ANIES no, di sini Giring tak ada apa apanya, kecil sekali peluang Giring untuk mengambil keuntungan politis, hatta gelah HAJI ditulus dengan hurup kapital. ada pertarungan besar yaitu mengeluarkan Islam dari percaturan Politik di Indonrsia, lalu siapa yang akan ambil keuntungan, tak ada yang tahu mereka hanya bilang Oligarki. Siaspa tak ada yang kenal. Pinjam istilah Cak Nun mereka itu tak pernah muncul di media, tak ada pula foto dan apatah lagi identitasnya. Tetapi mereka sangat berkuasa, buktinya apa yang mereka mau benbar yerjadi, dan apa yang mereka tak mau maka tak akan terjadi. Sudah beberapa kali mereka hampir meraih kemenangan, mereka gagal karena Allah belum mengijinkannya, karena masih ada orang orang yang bangun tengah malam menangis dan mendoakan kita mereka samnggup sujud berlama di hadapan Allah di kegelapan malam yang dingin menembus kulit.
NARASI berkembang adalah bahwa mereka tidak ada niat dan memang tidak meyakini bahwa Islam itui buruk, bahkan beberapa ilmuan kenamaan yang belakangan sangat yakin nanti pada siatu saat Islam akan kembali menguasai dunia, setelah dahulu Islam berhasil mengalahkan Dua Negara Super Power. Lalu Islam kembali bisa dilemahkan, tetapi dengan lambat tetapi pasti kata sejumlah pengamat kenamaan di Barat meyakini suatu saat Islam kembali berkuasa, ini pula yang ingin dibantah para oligarki, mereka yakin untuk menguasai Islam di dunia, maka harus menguasai Indonesia sebagai Islam terpadat, tetapi untuk menguasai Indonesia maka Islam di Indonesia harus dijuasai sepenuhnya. Demikian Kesimpulan setidaknya pernah saya dapatkan dari sajian seorang narasumber yang dahulu saya terima dari seorang dosen dahulu pada saat saya masih duduk dibangku kuliah pada saat itu Indonesia sedang dikuasai Golkar.
Tak banyak yang disampaiukan oleh narsumber pada saat itu, dan memang kami selaku mahasiswapun belum lagi mengenal oligarki karena pada saat itu yang menjadi buah bibir adalah Alibaba. Kita diknal sebagai pengusaha sukses di permukaan, tetapi sesungguhnya dibelakang ada poemilik modal di mana sang Direktur harus patuh kepada si pemilik modal yang bermain. Smula Sang direktur bisa tampil gagah. tetapi belakangan ternyata Si Pemilk Modal bisa bermesraan dengan Pejabat yang menentukan di belakang layar, tetapi belakangan terbongkar ternyata di belakang pemilik modal itu ternyata ada bukan semua dana miliknya. Lalu cepat sekali istilah konglomerat dipahami masyarakat. Artinya dibelakang ada kumpulan sejum;ah orang pemilik modal. Itu info yang disampaikan, tetapi ternyata kita harus yakin bahwa justeru yang sebenarnya adalah sesuatu yang tak pernah disebut sebur.
SEORANG PENGANUT AGAMA ISLAM yang kebetulan memiliki sedikit pemahaman tentang ilmu agama Islam , dan aktif dikegiatan kemasyarakatan umunya sudah berupaya mengait ngaitkan aktivitasnya dengan kaidah kaidah keagamaan, yang bersangkutan tak ingin Ia memiliki aktivitas justeru bertentangan dengan kaidah keagamaan. Sebagai seorang poedagang kecil kecilan umapamanya sangat ingin sekali menmgetahui berbagai persamaan setelah mendengar ketrerangan dari para ustadz bahwa Rasulullah SAW juga seorang pedagang yang sukses.
Sebenarnya apapun nanti profesi yang akan dipilih oleh pura putri kita di lingkungan jama.ah masjid aljihad ini adalah merupakan tugas kita sebagai orang tua untuk memperkjenalkan pura putri kita dengan agama. Mungkin kita umumnya pada saat sekarang sebagai generasi yang tidalk muda lagi, dahulu kita memeiliki ketergantungan kepada Guru Mengaji kita baik di Masjid ataupun di rumah, ini sepenuhnya kita serahkan kepada guru atau ustadnya, tetapi di lain pihak mereka selaku orang tua kita sangat yakin dan percaya akan kebenarannya dan para ustadz atau guru mengaji kita berikan kewenangan penuh bahkan bila perlu orang tua kita akan menambahkan hukuman kepada kita manakala kita mendapatkan informasi bahwa kita mendapatkah hubuman karena kesalahan yang kita lakukan.
Sekarang ini disebut zaman modern maka sudah banyak guru yang dlaporkan kepada yang berwajib karena telah memberikan hukuman bagi anak didiknya dan tak sedikit guru dan bahkan mungkin diantaranya terselip juga ustad yang telah mendapatkan vonis dari yang berwajib atas aduan orang tua dari anak didiknya, dengan dalih perbuatan tak menyenangkan. Dan dalam waktu bersamaan akan sulit bagi guru atau ustad untuk memilih hukuman yang menyenangkan bagi para murid muridnya. Kita berharap seiring perjalanan waktu nantinya kita akan memiliki Undang Undang Pendidikan yang lebih baik dan demikian juga dengan Undang Undang Hukum Kriminal juga lebih baik, sehingga pendidikan kita bisa menghantar anak anak kita kederajat kualitas manusia yang tinggi, di tengah kemajuan dunia.
Segalanya akan membutuhkan proses dan sejak diawal proses pendidikan bagi Islam maka mengenal ajaran agama bagi putra putri kita adalah sebuah keniscayaan. Padahal tak dapat dihindari akan adanya pergesekan antara kepantingan pendidikan anak sebagai calon generasi penerima tongkat estapeta Bangsa dengan kepentingan politik dan kekuasaan yang samgat dipengaruhi ekonomi dengan agama dan nilai nilai budaya serta kearifan lokal sebagai kekayaan warisan nenek moyang. Padahal sudah menjadi keyakinan ummat beragama diantara aspek aspek yang saling bergesekan itu maka agama adalah merupan jalan menuju keselamatan dunia dan akherat.
Sayang sekali sepertiny ada persoalan yang cukup mengganjal antara Agama dengan ekonomi dan kekuasaan, sehingga ekonomi dan kekuasaan akhir akhir ini secara terang terangan eknomi dan kekuasaan dengan berselimut politik semakin gencar dan secara terang terangan melakukan penyerangan kepada agama, walaupun dengan keterampiulan narasinya mereka tak perlu menampakkan diri dan keluar dari dari selimut politik mengcovernya.
Sebagian besar ummat Islam sebenarnya tidak menyadari bahwa UUD 1945 telah mengalami perubahan besar dan bahkan semakin lama semakin dirasakan bahwa perubahan itu bukan hanya sekedar signivikan, lama lama menyadarkan kita bahwa perubahan itu juga diametral. Ketidak sadaran itulah nampaknya antara lain mengapa para penguasa banyak meniupkan pluit pelanggaran kepada para tokoh Islam.
Sementara aktivis politisi Islam (muslim) dengan segala keterbatasan kemampuannya mereka lebih banyak disibukkan untuk mempertahan eksistensi belaka, mereka sibuk dengan upaya sungguh sungguh untuk mempertahankan kebradaannya. Hingga pada saat itu Partai Politik yang secara hstoris memiliki hubungan dengan Islam perprosok menjadi partai partai Gurem yang keberadaanya nyaris hanya sebagai pelengkap saja, dan meminjam istilah peperangan mereka kalah dalam persenjataan dan juga kalah dalam jumlah anggota pendukung, dan otomatis mereka juga kalah dalm logistik dan strategi lainnya. Untuk sementara artinya kita jangan terlalu berharap banyak kepada mereka, walaupun kita tak boleh merasa putus harapan.
KATA Dr. MUSLIMIN, dahulu beliau jama'ah tetap Masjid Aljihad dan rumahnya hanya puluhan meter saja jaraknya dari masjid, tetapi kini beliau berpindah alamat di sebidang tanah beliau ingin sekali membangun sebuah Pesantren di dekat Masjid yang kini sedang memasukli tahap pembangunan di suatu alamatyang tak jauh dari Masjid Aljihad, pada malam tadi beliau untuk ketiga kalinya mengisi kajian yang diselenggarakan di Masjid Aljihad, dan beliau bersedia mengisi kajian tersebut tentu dengan latar belakang disiplin ilmu Perkembangan Pemikiran Islam, dan beliau setahun lalu sudah menyelesaikan pendidikan S3 di UIN Bandung. Tadi malam ditengan materi kajian yang beliau sampaikan beliau mengatakan bahwa Pendidikan Islam itu memang luar biasa.dan nyaris tak ada yang serupa.
Bisa jadi memng pendidikan Islam itu dibangun dengan dasar hapalan, ya ... memang mengerti itu dalam proses pengertian selalu akan terjadi dalam sebuah proses pemikiran pendidikan, tetapi sejak dahulku Islam itu mengharuskan para murid atau santrinya harus hapal. Ya ... sejak zaman Rasul dahulu sejumah sahabat pengikut Rasul dibebani untuk menghapal apa apa yang disampaikan oleh Rasul sebagai wahyu dari Allah via Malaikat, setelah Rasul menerima Wahyu, Rasul hapaldengan wahyu yang telah diterimanya, lalu dibacakan wahyu itu dihadapan para sahabat dan sejumlah sahabat berhasil menghapalnya,. Para sahabat itu memiliki kebiasaan meminta disimak hapalannyam maka terkenallah dengan segala kemasyhurannya bagi mereka yang memiliki hapalan yang sempurna. Dengan hapal itulah Al Quran sampai ke kita.
Mereka yang memiliki hapalan yang baik dan diakui kesempurnaannya oleh para penghapal lainnya, lalu mengangkat anak anak didik guna menhapal dan menyimpan al Quran juga dalam hapalannya. Pada zaman sahabat terjadilkah sebuah peperangan dan banyakj sekali para penghapal al Qurabn yabg gugur dalam mempertahankan Islam, pada saat itu terjadilah kekhawatiran akan semakin berkurangnya jumlah penghapal, maka pada saat itulah munculnya gagasan unuk menuliskan Al Quran. Dan akhirnya Alquran bisa dengan mudah menyeberabgi lautan, mendaki gunung dan menuruni lurah sehingga al Quran akhirnya sampai juga di kita semua.
DIANGGAP SERIUS maka setidaknya MUI menganggap penting mengeluarkan sebuah fatwa tentang hukum membuang sampah sembarangan hukumnya haramn karena sampah ini ketika tak mampu dihanyuitkan air maka akan mendatangkan banjir yang bukan saja mengganggu kenyamanan belaka, tetapi akan berkembang juga menjadi ancaman kesehatan yang lalu memaksa kita merogoh kantong untuk berobat. Tetapi sampah juga andai bisa dihanyutkan lewat air maka itupun akan tertampung dihilir. Indonesia dan Cina bisa bisa jadi menjadi Negara pembuat sampah terbesar di dunia, ini tidak lain karena masyarakatnya tidak suka membuang dan mengelola sampah tetap sampah nantinya akan dihanyitkan pada saat hujan turun sehingga banyak sekali sungat sungat yang airnya menghitam menunggu dialirkan ke wilayah hilir yang lebih rendah. Itu semua mendatangkan petaka besar yang cukup serius.
Kemampuan Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar tentu sangat erat kaitannya dengan mental masyarakat yang buruk tetapi kemungkinan besar juga mereka tak menyadari akan bahaya yang mengancam karena tak memiliki wawasan sehingga tak menyadari akan bahaya yang mengancam, atau memang senang melihat orang lain susah, atau terlalu sayang dengan uang sehingga tak mau bayar uang sampah, sehingga sampah segera didoeong ke air selokan dan menyatu dengan sampah sampah lainnya, karena tak suka bayar uanh sampah, atau bisa jadi tukanbg sampah yang malas mengambilnya, atau tukang sampah menuntut adanya dana tambahan, dan banyak kemungkinan yang lain
Terkait masalah ini dibutuhkan keterlibatan para pihak utamanya Pemerintah, mulai dari Pemerintahan tingkat terendah. semisal RT, RW dst, bahkan ada swasta dengan bermodalkan keterampilan tertentu bisa berpartisipasi, karena masalahnya sampah sampah ini harus melalui keterampiulan dan biaya yang tidak sedikit, Pemerintah harus ikut ambil bagian bagaimana caranya sampah sampah ini harus tiba di tangan pihak pengelola sampah yang sesungguhnya dalam Stryktur Pemerintahan hingga ke bawah telah tersedia tenaganya dan tersedia juga biayanya. Pemerintah berkewajiban dan bahkan bertanggungjawab terhadap terselenggaranya pengelolaan sampah dan masyarakat luas berpartisipasi untuk memudahkan para petugas dapat melaksanakan tugasnya mengumpulkan sampah sampah itu serta mengelolanya agar tidak terhnyut bersama aliran air lalu ke lautan dan sejak dalam perjalanan proses alami sampah sampah ini menjadi barang kotor yang sangat membahayakan masyarakat scara luas.
Memang masyarakat dengan segala kekurangan rasa tanggungjawab, bisa karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai, atau mungkin ada kesulitan ekonomi sehingga dirasakan berat membayar petugas sampah ataupun alasan lainnya, memang sampah rumah tangga itu umumnya sangat kecil, tidak sebesar sampah tebangan pohonm atau sampah pembersihan lingkungan atau semacamnya. Tetapi bila pihak pelaku kecurangan dalam pembuangan sampah ini disatukan atau bersatu secara alami maka akan berubah menjadi sesuatu yang membahayakan dan mengancam banyak orang.
Ada diantaranya beberapa daerah terbatas tersebar di negeri yang sangat luas ini samar terdengar adanya kegiatan masyarakat yang berhasil menuntun warganya memisahkan jenis sampah organik dan non organik agar dipisahkan sehingga ketika sampah diambil keduanya sudah terpisah karena nantinya akan diperlakuklan dan diolah secara berbeda. sehingga sampah yang semula ancaman menjadi barang yang ramah dan bahkan bermanfaat. Tentunya masyarakat kita juga diperkenalkan, mana yang sampah organik dan mana pula sampah yang non organik. Bagaimana perlakuan awal kedua macam sampah ini sehingg ketika berpindah tangan ke petugas memang sudah terpisahkan dan memudahkan dal proses pengelolaannya. Yang harus kita ingat bahwa dalam proses pengelolaan sampah ini, maka sudah membutuhkan biaya, tenaga dan keahlian, Hingga saat inipun bimbingan dan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan sampah masih sangat terbatas, dan keterbatasan pihak yang bisa memposisikan dirinya untuk memberiukan edukasi kepada masyarakat sangatlah kecil dan terbatasnya.
Masyarakat seperti hanya merasa bahwa sampah tao boleh berserakan dan jangan dialirkan ke aliran got karena hal tersebut akan mengakibatkan rawan banjir, di banyak kota baru hujan sdikit saja sudah terjadi banjir di berbagai jalan yang biasa dipadati lalu lintas. Hal tersebut selain kurangnya kesadaran masyarakat, juga ternyata juga ketika terjadi pembangunan sarana umum saja seringkali terjadi ketidak cermatan, karena ternyta melahirkan genangan gengan diberbagaiu tempat.
Tetapi yang lebih mengerikan adalah seperti yang sudah lama terjadi dilakukan oleh sebagian aktivitas perindustrian, banyak sekali industri itu membuiang limbah industri dalam bentuk benda beracun, ada yang sengaja dialirakan di sungai sungai, sehingga sungai tercemar hingga masuk ke lautan, ada juga menanganan yag kurang crmat sehingga merusak lingkungan tanah serta tumubuhan rusak bahkan pusat air bersih ikut tercemar secara dahsyat sehingga mereka terpaksa meminum air yang bisa dibeli di toko toko dan ini memaksakan masyarakat untuk merogoh kantong semakin dalam. Akibat kehilangan air bersih karena ada pihak lain yang sedang mencari keutungan dan dalam waktu bersamaan tidak bersdia memenuhi tanggungjawabnya, sehingga menjadi ancaman besar bagi masyarakat, bisa jadi korban sudah banyak, seyidaknya tak terhitung lagi jumlah masyarakat yang benar benar terganggu.
Dahulu waktu saya tinggal di kampung dan di sana ada beberapa sungai dan irigasi semasa kecil kami melihatnuya sungai dan juga irigasi yang melintas di kampung terlihat memiliki air yang jernih dan kami senang sekali bermandi ria di sungat dan irigasi iru. sehingga sungai dan irigasi itu menjadi objek wisata yang tak resmi bagi kami, bagi kami sungai itu bukan sekedar tempat bermandi dan membersihkan badan, tetapi juga tempat kami bermain bersukaria. Kini air itu sudah keruh dan tak lagi layak dijadikan tempat membersihkan badan.
Dahulu sambil bermandi dan bermain kami dapat menangkap ikan dan binatang lainnya yang dalam jumlah yang berbilang sudah dapat dijadikan teman memakan nasi. Tetapi kini hewan hewan liar yang memanfaatkan beniungnya air sungai secara perlahan tetapi pasti, bereka bukan meninggalkan lokasi secara baik baik, tetapi hewan jhewan hewan ini mengakhiri hidupnya secara merana. Pabrik industri dan berbagai kegiatan serta aktivitas manusia yang menghasilkan limbah telah mengancam kami anak manusia serta berbagai jenis hewan hewan yang sejatinya sangat dibutuhkan manusia. Sebenarnya sudah banyak hal ini diadukan oleh mereka pegiat lingkungan hidup, tetapi aduan itu sepertinya bukanlah sesuatu yang menjadi prioritas. Sehingga tampa disadari seolah telah bersepakat untuk mengecilkan kehadiran ancaman yang sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat dan bahkan berdasarkan berbagai analisa telah menjadi ancaman dunia baik langsung ataupun tidak langsung.
Saya menjadi teringat dengan apa yang disampaikan oleh Dr. Muslimin dalam suatu ceramah berseri yang diselenggarakan di Masjid Aljihad perum Korpri Bandar Lampung, bahwa dalam rangka memperluas wawasan berwsama maka kewajiban kita berwudu itu hakekatnya bukan sekedar untuk mengesahkan pelaksanaan ibadah saja, tetapi sesungguhnya pendidikan penting bagi manusia secara bersama yaitu kebersihan adalah pangkal keelamatan bersama pula. Kita meminta keada Dr. Muslimin Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Rd. Intan Lampung pada suatu saat bisa mempertajam kajian filosofis terkait bersuci dalam Islam bisa lebih diperdalam. Wallohu a'lam bishowab.
DALAM PERTEMUAN yang kedua ini Dr. Muslimin menyampaikan thema Kebersihan atau lebih tepatnya wudlu, tema ini dipilih atas usulan dari seorang peserta pengajian rutin yang memintabeliau menyampaikan cara wudhu yang benar, karenayang bersangkutan dibingungkan sebaiknya wudlu itu pakai ciduk atau lebih afdhol gunakan keran, atau bagaimana si penanya menyamikan alasan. Penceramah yang pada pertemuan sebalumnkanya menyampaikan beberapa judul buku yang dipersiapkannya untuk dijadikan rujukan Maka dengan adanya usulan ini maka mungkin tidak sepenuhnya terpenuhitetapi penceramah berkenan membeluk sedikit dari bahasan pokok yang diprogramkan, sebagaimana halnya dijeaskan oleh penceramah diprttemuan pertama, yang dimaksudkan pada awalnya oleh pencerama sebagai pembuka wawasan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa program yang akan disampaikan adalah bahwa ketika Islam mulai bersentuhan dengan kemajuan sain dan tenologo, bersentuhan dengan budaya serta kearifan tradisional yang dipertaankan oleh penggasa dan pemakainya, bahjan dengan agama agama lain, baik agama yang muncul karena budaya setempat, ataupun yang bermula dari agama samaw yang dibelokkan oleh para penganutnya disesuaikan dengan keinginan dan bahkan telah menjadi kebiasaan masyarakat setempat atau Bangsa dan Budaya setempat. Maka pada saat itu Islam dituntut bisa menjelaskan bagaimana Islam yang sebenarnya yang diterima dari Rasulullah SAW, itulah yang disebut dakwah, tentu ada perkembangan, yaitu setidaknya bagaiman dakwah kepada para pemeluk Islam dan bagaimana pula dakwah kepada mereka yang menganut lain agama, selain Islam. Pada saat itu maka kuncul pula bagaiman sistem berfikir yang lazim dan banyak diapnuti oleh masyarakat. Dan sisterm berfikir itu juga sedikit banyaknya mempengaruhi nuga sejarah perkembangan pemikiran Islam.
TENTU UNTUK kesekian kalinya kita diperingatkan oleh Khotib kita agar kita tak pernah melalukan kelengangahan atas kesempatan geratis dari Allah untuk mendapatkan respon positif dari Allah untuk mendapatkan berbagai kemudahan, berbagai kebahagiaan dan berbagai keuntungan lainnya dari Allah. Demikian kata Khatib di Masjid Aljihad Perum Korpri Bandar Lampung. Tak jemu jemunya Khatib mengingatkan dan menyampaikan pesan pesan Allah dan Rasulnya, umumnya peringatan itu juga disertai ancaman yang datang dari Allah bagi siapa saja diantara kita yang tak merespon dengan baik terhadap seruan yang disampaikan oleh Khatib Jum'at. Mungkin Sudah ribuan kali kita melaksanakan sholat Jum'at berarti sudah seribuan kali juga kita menerima pesan dan ancaman lewat khatib, lalu berapa persenkah yang melekat di hati kita.
Tulisan ini lebih ditujukan kepada hamba yang fakir ini, syukur syukur bila ada manfaatnya bagi para pmbaca yang kebetulan menemukan tulisan ini sederhana ini, mungkin salah satu peninggalan buruh akibat penerapan tatacara berkumpul karena vandeni 19 corona, sebagaian besar adalah menakhirkan kehadiran di masjid atau musholla karena alasan menghindari kerumunan. Tentunya ketika Presiden langsung yang mengumumkan pengendoran keharusan memakai masker maka secara perlahan kita semakin menyegerakan kedatangan kita ke masjid atau surau.
Sisi buruk yang satu ini nampaknya masih akan membekas kendatipun Pamarintah nampak yakin sekali memiliki kemampuan mengatasi akibat buruk secara medis, tetapi peninggalan yang bersifat aqidah tentu mengharuskan kita semua saling memperingatkan melalui ucapan dan seruan para ulama, ustadz, khatib dan lain sebagainya. kita harus sama sama memiliki sensitivitas yabf tinggi agar memiliki kemampuan mersepon seruan ilahiyah itu secara sepontan kita respon.
Di Masjid aljihad ini dahulu seringkali kita kita dibuat cemas ketika masuk waktu adzan ternyata para jama'ah belum lagi menunjukkan jumlah yang signifikan, tetapi secara bertahap dan bersamaan para jama'ah seperti telah bersepakat akan datang ke masjid nanti setelah dikumandangkan adzan do masjid. Memang belum lagi usai adzan yang kedua jumlah jama'ah menunujukkan julah yang sangat mencukupi dan lebih dari 50% ruanganpun telah ditempati oleh para jama'ah. Dan berdasarkan pengamatan kasar dan tak metodelogis dikatakan bahwa kenaikan untuk kembali normal sebagaimana lazimnya kebiasaan dahulu sebelum era covid corona ini terbilang lambat dan membutuhkan teguran atau himbawan oleh mereka yang memiliki posisi sebagai penyampai, selain saran saran dan teguran secara invidual berdasarkan hubungan baik tentunya.
Setelah Pemerintah resmi mengumumkan bahwa pemakaian masker telah dikendurkan, karena secara mdis telah berlangsung dapat dikendalikan sesuai kerjasama pemerintah dan masyarakat, maka sebaiknya Ulama, Ustadz dan Khatib akan lebih jeli lagi untuk bisa menangkap sesuatu yang merupakan bagian dari sisi buruk efek kebijakan terkait covid 19 corona yang memiliki daya rusak yang sangat luar biasa itu. Mengingat dalam penangan coivis corona yang lalu ternyata mau tidak mau harus ditangani dengan melibatkan unsur kesehatan, unsur kekuasaan, unsur politik dan unsur bisnis setidaknya, maka tentu saja kajian para Ulama, para Kiyai juga Habib, Ustad dan Khatib.
Tetapi terkait ini terus terang saja para pihak yang diharapkan dapat memerikanb teguran kepada ummat akan pentingya menyegerakan panggilan Allah dibanding aktivitas lainnya itu, maka sangat perpeluang
KITA SEPERTI AKAN dikejutkan melihat demikian banyaknya pihak yang terasa kurang bersahabat dengan Islam, di mata mereka Islam itu sesuatu yang memang tal layak dipersandingkan dengan Islam, utamanya politik dan kekuasaan, politik itu ketika disandingkan dengan sesuatu maka akan seperti biasa dan wajar wajar saja, tetapi ketika Islam disandingkan dengan kekuasaan dan Islam maka kekuasaan dan politikitu menjadi barang bau dan berharga, bukan hanya mendatangkan bau tak sedap tetapi akan mngakibat kemusnahan demikian busuknya Islam di mata mereka, sehingga Islam adalah sesuatu sangat tak pantas disandingkan dengan apapun. bila tersentuh dengan kekuasaan dan politik. Lalu bagaimana dengan pendidikan, bisnis dan teknologi. Yang sangat menyedihkan adalah justeru datangnya rasa benci itu justeru banyak ditam[ilkan oleh mereka yang selama ini dikenal sebagai seseoramh yang tercatat sebagai penganut Islam juga.
Bagi dunia politik Indoneia adalh buah simalakama, karena ummt Islam adalah mayoritas pemilik suara terbanyak, sebenci bencinya kepada ummat Islam, tetap saja Patai apapun membutuhkan suara ummat Islam, tidak sedikit Ulama dan Kiyai yang di rayu rayu untuk gabung ke Partai yang bersangkutan, Sulit untuk menerapkan strategi bagaimana bersikapterhadap ummat Islam, Mungkin mendekati kampanyemeraih suara dan pendukung, bagi yang sadar akan strategi akan mengurangi olok olok Kadrun kepada ummat Islam. Tetapi bagi yang terlembat sadar dan mengira Pilpres masih jauh akan merasakan sangat emjoi mengolok olok teman sebangsa ini. Walaupun perpecahan sebagai bayaran tunainya.
',
Apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu adalah Allah menujukkan kepada kita semua bagaimana masyarakat dunia menggiring ummatIslam untuk menyesali diri. Di Indonesia ini sebenarnya masyarakat Islam sangat diharapkan dalam rangka memenangi adu dukungan semisal Pemilu, ummat Islam itu sebenarnya mayoritas, sehingga bila menginginkan kemenangan dalam pemilihan maka seyogyanya mereka harus merebut hati ummat. Tetapi justeru yang digiring giring adalah rasa kebencian terhadap Islam. Barangkali dengan asumsi bahwa manakala kebencian kepada Islam sudah merasuki sebagian besar hati ummat Islam, maka berarti kemenangan ada di tangan.
Ada suatu catatab penting dalam prilaku poliik kita, yaitu, seorang Akademisi yang senang sekali membuly ummat Islam, narasinya memang oke, sehingga tak banyak oang yang mampeu berdebad engannya.