foto

foto

Kamis, 01 Oktober 2020

AKHIR AKHIR INI UMMAT ISLAM PALING SERING DIGANGGU...



SEJAK REZIM INI BERKUASA  berdasarkan catatan para ummat Islam seperti sengaja diganggu. Sebelum Kemerdekaan yang paling aktif mengganggu ummat Islam adalah PKI/ Komunis. ketika Komunis Indonesia berontak maka yang menjadi korban pembunuhan adalah ummat Islam, khususnya para Kiyai dan poara santri. Kiyai dan santyri yang ditangkap dan dibunuh ini ada juga diantaranya mereka yang berkesempatan melepaskan diri, mereka yang terlepas inilah yang membocorkan siapa pelaku dan di mana korban dikubur dan bahkan dikubur hidup hidup. Cara cara biadab PKI memang sudah sangat dikenali oleh ummat Islam. Pemberontakan PKI memang terjadi beberapa kali ulang. Karena memang PKI benar benar ingin berkuasa, karena dengan kekuasaan PKI bisa melaksanakan perubahan dan  revolusi, Dan pihak yang selalu menjadi pengganjal upaya ini adalah ummat Islam. Oleh PKI Islam memang harus dienyahkan. 

Demikian pula dengan Pemberontakan PKI yang terakhir, yaitu akhir September 1965. Tak terhitung banyaknya para Kiyai dan Santri yang menjadi korban keganasan PKI ini, dalam pemberontakan PKI di era ini PKI sudah menjadi Partai Resmi dan dalam Pemilu mereka mencapai kemenangan ketiga. setelah Masyumi dan PNI. Sebelum pemberontakan kali ini mencapai puncaknya, maka sudah sangat sering Pesantren dan Masjid menjadi sasaran amuk PKI. Jumlah mereka yang menjadi korban menjadi tyak terbilang, karena korban PKI bukan saja mereka jempu di Masjid dan Pondok Pesdantren tetapi banyak juga para tokoh itu ditamkap di rumah pribadi dan dimanapun, mereka tiba tiba saja hilang. Aneh dan ajaib para perusuh yang tertangkap, belakangan dikatakan sebagai orang mengidap penyakit gila. Dalih sakit gita itu memang sudah populer sejak sebelum kemerdekaan dan juga pada menjelang pristiwa   G 30 S PKI yang terkenal sangat kejam itu. 

Sayang seribu kali sayang Presiden Soekarno terpedaya politik PKI, beliau sangat yakin bahwa bersama PKI Sokerno bisa menjadi Presiden seumur hidup berhasil mengalahkan Amerika dan sekutunya dengan Politik segitiga Jakrta-Moskow dan Peking. Itulah sebabnya banyak sahabat sahabat Soekarno banyak ditangkap dan dipenjarakan bertahun tahun karena ada gejala gejala tak sejalan dengan PKI dan tak mendukung menjadi Presiden seumur hidup. 

Kondisi seperti ini nampaknya benar benar membuat ummat Islam terpojok. Ummat Islam menjadi musuh revolusi, apalagi setelah Masyumi membubarkan diri, mereka membubarkan diri,  memang benar benar sulit untuk menghadai kediktatoran Soekarno yang didukung oleh PKI yang menghalalkan segala cara itu. Banyak tokoh Islam yang dicatat sebagai musuh Bangsa karena mencoba menyampaikan kritik dan saran kepada Soekarno. Dalam waktu bersamaan PKI merajalelan. 

Pada saat ini nampaknya PKI telah kembali, secara politik ideologi sosialis barangkali tidak, tetapi mereka akan melampiaskan balas dendamnya kepada Islam, yang selama ini menjadi penhghambat utama tujuan PKI melaksanakan  refolusi yang dahulu mereka perjuangkan. dan selalu terhambat oleh Islam. Tentu mereka kembali bukan memakai baju PKI, jangankan berbaju PKI, bahkan mereka secara licik telah menggunakan tangahn pihak lain, kentara sekali mereka menginginkan memakai tangan penguasa untuk  menyudutkan Islam. 



 

Selasa, 22 September 2020

SEPARO PENDUDUK AKAN TERKENA K0ORBAN VIRUS CORON.

ANALISIS PARA AHLI mengatakan virus corona atau covid 19 ini akan berlangsung lama, masyarakat tak disiplin, Pemerintah tidak satu bahasa, dominasi kepentingan dunia usaha akan membuat virus ini tetap berkembang, dan menelan separo penduduk itu tidak menjadi hal yang mustahil.


BEGITU MEMASUKI  new normal walaupun lambat dan sempat turun tetapi akhirnya secara statistik menunjukkan angka kenaikan yang signivikan, tetapi sayang dalam waktu yang bersamaan Pemerintah tidak memiliki sikap yang seragam, sehingga daya kepatuhan masyarakatpun menunjukkan gejala hambar.  Tidak kurang dari seorang Gubernur Jakarta Anisbaswedan diusulkan oleh sementara tokoh untuk dinonaktifkan dari jabatannya, tetapi untungnya pihak Penguasa memang tidak kompak. Hiruk pikukpun tak terelakkan, belakangan baru ketahuan pihak yang paling tidak setuju dilaksanakannya PSBB terkait virus corona justeru adalah orang paling kaya Indonesia pemilik PT Jarum. Beliau tak mau perusahaannya mengalami kerugian seperti ketika terjadinya lockdown separo harga itu. Lalu bagaimana caranya kita bersikap.  



Semula memang Presiden Jokowi bersikukuh bahwa perekonomian diatas segala galanya, belakangan beliau telah berubah bahkawa kesehatan diatas segala galanya. Tetapi hal tersebut nampaknya tidak otomatis dipatuhi secara serentak oleh para anggota Kabinetnya. Sebagian anggota kabinet sejalan dengan  sikap para arang kaya bahwa kagiatan perekonomian jangan sampai erganggu kelancarannya oleh batasan batasan yang ditetapkan dalam rangka mengantisipasi covid 19 ini. Terjadi tarik menarik antara dua sisi ini, dan hampir bisa disimpulkan bahwa nanti kegiatan prekonomian akan memenangi tarik menarik ini, dan nantinya tak lagi akan didapatkan pembatasan pembatasan, manakala Pemerintah tak lagi akan menanggung resiko sebagai efek sampingannya. 

Bukan tidak mungkin nantinya viris corona atau covid 19 ini akan berlanjut dalam waktu yang lama, terlebih konon dibutuhkan waktu enam tahun untuk membuktikan atau  mengujicobakan vaksin yang dimaksudkan  sebagai pengantisipasi virus ini. Mungkin maksudnya seseorang akan menunggu enam tahun apakah seseorang itu aman dari virus ini. Itupun jika vaksin berhasil. 

Sudah lama beredar analisis para ahli bahwa memang separo masyarakat dunia ini akan meninggal karena berkembangnya virus ini. Dalam satu rumah saja andaikan terdapat satu orang tidak memiliki kedisiplinan sesuai dengan protokol kesehatan, maka keluarga itu semuanya sedang dalam ancaman. Bisa jadi anggota keluarga yang tak disiplin tersebut memiliki ketahanan yang prima, itu bukan berarti Ia tak mendapat serangan atas ketidakdisiplinanya itu. Karena banyak orang yang tak menunjukkan gejala apapun, padehal dia sudah terkena. 

Seseorang yang terkena itu berarti memiliki peluang menularkan kepada seluruh anggota rumah, bisa jadi lewat kamar mandi, kamar kecil ruang makan, kamar tiduir dan banyak lagi fasilitas bersama yang bisa menjadi media penularan. Apalagi pada saat ini masih sangat sedikit sekali kita yang telkah melakukan pewmeriksaan. Kita masuk ke ruangan bersama di tempat pelayanan umum itu hanya mengukur suhu saja, bagi mereka yang memiliki panas tinggi lalu memeriksakan diri, baru dinyatakan terkonfirmasi virus, walaupun belum tentu posityif. Anggora rumah yang tak disiplin itu menjadi jalan masuk yang sangat memungkinkan. 

Kita berharap jangan sampai ada anggota satu rumah saeorangpun yang tak disiplin, karena itu akan menjadi ancaman bagi seluruh anggota rumah itu. Anggota rumah harus saling bahu membahu, dan saling memperingatkan manakala ada anggotanya yang tak disiplin. Tentu kedua orang tua harus menjadi contoh  

Benar apa yang dikatakan Allah, bahwa Allah tidak menurunkan malapetaka  kepada ummat manusia, tetapi ummat manusia itu sendiri yang berbuat  sesuatu yang sejatinya mengundang datangnya malapetaka. Jika virus conona ini dianggap malapetaka, maka sesungguhnya manusia itu sendiri yang membuat para corona itu tak kunjung enyah dari tempat kediaman kita, itu nanti akan kita buktikan jika separo dari sahabat sahabat kita atau mungkin kita sendiri terkena virus corona covid 19. 

Wallohui a'lam bishowab. 

Senin, 21 September 2020

KEMENAG FACHRUL ROZI DIKABARKAN TERKENA VIRUS CORONO



BISA JADI Kemenag Farcrur Razi yang pensiunan Jendral itu adalah pada saat ini setidaknya sedang memerankan Menteri yang paling kontroversi setidaknya ada tiga ucapan yang paling kontroversi, setidaknya bagi sebagian besar Ummat Islam, pertama Bahwa hafiz quran dan fasih berbahasa Arab adalah bibit radikalisme, Beliau  adalah Menteri Agama bagi seluruh agama bukan hanya bagi Agama Islam saja, ketiga bahwa celana cingkrang dan cadar adalah sebagai tanda tanda orang radikal. bisa jadi keslahan yang ;ain tak begitu nampak tertutup oleh ketiga pernyataan yang sangat menyakitkan bagi sebagian besar ummat Islam Indonesia. Mungkin masih banyak pernyataan kontroversi lainnya yang belum terucapkan, tetapi keburu beliau istirahat bekerja dan menyerahkan untuk semenatara tugas tuigasnya kepada Wakil Kemenag, dan beliau disarankan istirahan dan tak banyak melakukan kontak fisik langsung dengan orang, karena positif tekena virus corona.  


Sedperti banyak dipesanklan oleh para ulama dan dai, bahwa seseorang itu terkena suatu musibah apapun adalah memang Allah menginjinkannya dengan berbagai sebab, sekalipun Allah Allah menurunkan suatu musibah adalah karena sesuatu dariu yang bersangkuta. Oleh karenanya kita sebagai ummat Islam selayaklnya mendoakan agar beliau cepat sembuh, sehingga dapat beraktivitas kembali. 

Namun dinatara yang paling layak adalah beliau memanfaatkan kesempatan dalam menerima azab atau teguran terkena virus yang sangat menakutkan itu dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri seraya mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampun atas segala kesalahan serta mohon petunjuk serta lindungan dari godaan syaiton Iblis yang terdiri dari jin dan manusia. 

Sesuatu yang sangat memprihatinkan terkait beliau adalah pada saat beliau dimaki maki oleh sejumlah Anggota DPR yang youtubenya demikian viral. Kita sangat prihatin mengapa antara Legislatif dan Ekskutif itu yang seharusnya bahu membahu dalam dalam menerapkan bakti kepada Rakyat yang dipimpin dan diwakilinya itu menjadi ajang kritik dan maki maki, dan nampak Kemenag sewbagai pihak yang tersudut, karena para Wakil rakyat itu menyatakan mewakili perasaan rakyat. Seperti seolah Kemenag tidak berbuat untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya. 

Memang belum ada permohonan maaf  secara terbuka dari Menteri  Agama, nampaknya beliau merasa benar dan tak butuh evaluasi. Maka sebaiknya marilah kita buru buru mewndoakan agar beliau segera mendapatkan petunjuk dari Allah, agar mendapat pencerahan dengan pristiwa sakit itu. Jangan sampai beliau terlambat, karena usia dan ajal hanya Allah yang tahu. Kita doakan jangan sampai ucapannya yang menyakitykan sebagian besar ummat Islam akan menjadi beban yang harus dipoertahankannya. Tetapi kita juga ikut bersyukur bila beliau panjang umur dan berkesempatan berbuat baik bagi ummat Islam dalam mengemban tugasnya bagi bangsa dan Negara ini. Aamiin.  


Kamis, 17 September 2020

MEMAKNAI KESETIAKAWANAN

 

 

 

 

 

 

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَفَضَّلَهُ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ بِالْإِنْعَامِ وَالتَّكْرِيْمِ، فَإِنِ اسْتَقَامَ عَلى طَاعَةِ اللهِ اسْتَمَرَّ لَهُ هذَا التَّفْضِيْلُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَإِلاَّ رُدَّ فِي الْهَوَانِ وَالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَهُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهِدَ لَهُ رَبُّهُ بِقَوْلِهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمِ} صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَارُوْا عَلَى النَّهْجِ القَوِيْمِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا، أَمَّ بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالىَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَإِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Sidang shalat Jumat yang berbahagia!
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah, menjalankan semua perintah Allah, serta menjauhi semua larangan dari Allah. Marilah bersyukur, nikmat Allah terlalu banyak untuk kita. Janganlah menyia-nyiakan semua nikmat yang telah diberikan-Nya. Marilah selalu mengingat Allah dan jangan pernah melupakan-Nya, terlebih dengan kesengajaan.
Hadirin shalat Jumat yang budiman!
Dalam surat Al-Hujurat ayat 10, Allah telah berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu merupakan saudara kandung”, “Maka ciptakan-lah perdamaian dan kedamaian antara sesama saudara kandungmu itu.”, “dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dilimpahi rahmat oleh Allah”.
Hadirin shalat Jumat yang berbahagia!
Rasulullah SAW juga memberikan gambaran terhadap indahnya persaudaraan sesama muslim yang berbunyi seperti berikut ini :
“kekompakan kaum mukminin karena saling mencurahkan kasih sayang dan simpati antar mereka, maka tampaklah mereka seakan-akan satu tubuh. Apabila salah satu anggota-nya mengeluh, maka seluruh anggota lainnya merasa demam tak bisa tidur.”
Hadis yang lain juga disampaikan pada sabda Rasulullah SAW lain yang memiliki arti sebagai berikut :
“golongan mukmin (beriman) bagaikan satu orang. Apabila sakit mata, maka semuanya merasa sakit. Apabila sakit kepala, maka seluruhnya badannya ikut serta.”
Kemudian, karena begitu eratnya hubungan persaudaraan antar sesama muslim, maka Rasulullah juga menyertainya dengan pernyataan sumpah sebagai berikut :
“Demi Allah yang menguasai diriku, tidaklah beriman orang yang tidak menginginkan untuk saudaranya sesama muslim apa yang ia inginkan untuk dirinya sendiri dan menghalaukan dari padanya apa yang tidak di inginkan untuk dirinya.”
Dalam hal ini, keimanan kita mewajibkan kita untuk selalu menyayangi dan mencintai antar sesama umat.
Sidang shalat Jumat yang berbahagia!
Rasa menyayangi dan mencintai antar sesama mukmin ini tidak hanya sekedar ucapan, bentuk perasaan saja. Namun harus disertai dengan pergaulan kehidupan yang dilakukan antar sesamanya. Hal ini merupakan salah satu syarat dari wajibnya menjaga keimanan. Pergaulan hidup antar sesama muslim ini menjadi salah satu faktor bagi keimanan seseorang.
Belum lah beriman suatu kaum, meskipun menjalankan shalat lima waktu, mengeluarkan zakat setiap tahun, serta menunaikan ibadah haji kalau tidak melakukan pergaulan hidup antar sesama umat agama Islam. Dalam pergaulan tersebut juga terdapat beberapa syarat yang harus orang beriman lakukan kepada sesamanya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah memberitahu tentang 6 kewajiban muslim kepada sesamanya, yaitu memberikan salam bila perjumpaan, mengijabahi undangannya, memberinya pengarahan bila diminta, mendo’akannya bila ia bersin, menyambanginya bila ia sakit dan mengantarkan jenazahnya sampai di kubur. Hal ini merupakan kewajiban minimal yang harusnya dilakukan oleh sesama muslim.
Hadirin yang arif bijaksana!
Persaudaraan antar sesama muslim bukanlah sebuah kata-kata kiasan, namun juga merupakan persaudaraan yang sesungguhnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang memiliki arti sebagai berikut:
“Sesungguhnya kaum mukmin merupakan saudara kandung. Ikhwah, bukan hanya ikhwan. Dan Rasulullah pun menambahi dalam hadisnya yang memiliki arti sebagai berikut :
“antara seorang muslim dengan sesamanya terjalin ukhuwah persaudaraan. Maka itu seorang muslim tak kan menzhalimi, menganiaya, memakan hartanya, tak kan membiarkannya menderita dan merana, tak kan pula meremehkan atau menghinanya.
“dan barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka akan dipenuhi Allah kebutuhannya, barang siapa menolong seorang muslim dari kesulitannya, maka akan di tolong Allah dari kesulitan hari kiamat, barang siapa menutupi kelemahan/kesalahan orang muslim, maka kelemahan/kesalahan dirinya ditutupi Allah di hari kiamat”
Hadirin yang arif bijaksana!
Tanamkan lah pada diri dan jiwa kita, bahwa saudara sesama muslim adalah nyata. Kesetiakawanan antar sesama muslim selalu dilandasi oleh cinta dan kasih sayang. Ketika kita mencintai dan menyayangi sesama muslim, maka kita akan memperoleh kemudahan untuk senantiasa melakukan kebaikan kepada sesama.
Terkadang, mudah bagi kita untuk mencurahkan berbagai perhatian serta kasih sayang kepada sesama apabila berada di lingkungan yang sama. Namun, ketika terjadi suatu permasalahan baik dari segi bencana alam maupun yang lain sebagainya, yang tidak terletak di wilayah kita, maka akan mengalami kesulitan.
Dalam hal ini, sifat kesetiakawanan tidak seperti itu. Dimanapun berada, kapanpun sesama umat muslim membutuhkan bantuan, lakukanlah bantuan itu. Karena hal tersebut termasuk salah satu kewajiban yang harus diberikan oleh sesama muslim. Dalam hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi beban bencana alam tersebut.
Setiap melakukan kewajiban kepada sesama muslim tanpa pamrih, maka akan diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT. Karena Allah sangat menyukai orang yang berjasa terhadap sesama serta bermanfaat. Sehingga akan semakin memiliki arti kehidupan yang sangat luas dan berguna bagi sesama umat Islam yang membutuhkan bantuan.
Suatu ketika pada saat Rasulullah berdakwah, seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicinta sayangi Allah?” kemudian Rasulullah menjawab “adalah orang yang paling banyak daya gunanya bagi umat manusia”.
Dayaguna antar sesama manusia diperinci oleh Allah dalam Al-Qur’an yang artinya :
“adapun amal perbuatan yang paling disenangi Allah ialah, menyenangkan hati orang Islam. Antara lain; menghilang kan penderitaan dan kesulitannya, mengambil alih beban hutang-hutang yang tak dapat dilunasi karena tak mampu, menyelamat-kannya dari kelaparan”.
Sidang shalat Jumat yang berbahagia!
Berdasarkan sabda yang telah disampaikan oleh Rasulullah sebelumnya, marilah kita mempererat kesetiakawanan kita dalam bentuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Mempermudah urusan orang lain, membantu sesama muslim, dan lain sebagainya. Ketika melakukan hal tersebut, Allah akan memuji kita. Hal ini telah disebutkan dalam sabda Rasulullah yang artinya :
“sebaik-baik teman disisi Allah adalah yang terbaik terhadap temannya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik untuk tetangganya”.
Hadirin yang arif bijaksana!
Rasulullah dalam hal ini selalu mengingatkan dalam setiap dakwahnya, bahwa kesetiakawanan antar sesama muslim ini harus erat. Hal ini untuk memberi kepekaan antar sesama muslim agar merasakan penderitaan yang dirasakan oleh sesamanya. Serta membantu kesulitan yang dialami oleh saudara sesama muslimnya.
Karena itu, selalu ulurkanlah tangan untuk membantu sesama muslim dalam mengatasi segala kesulitannya. Tidak hanya berupa materi, sesama umat muslim juga dapat memberikan dukungan serta doa yang dipanjatkan untuk meminta kemudahan dan pertolongan dari saudara yang membutuhkan bantuan.
Setiap bantuan yang kita berikan kepada sesama, maka akan diberi imbalan yang besar dari Allah yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah. Rasulullah SAW mengatakan :
“pengulur tangan untuk janda dan fakir miskin serupa dengan jihad di jalan Allah, atau puasa tiap hari dan tahajud tiap malam”
Dalam hidup di dunia ini, kita diberi amanat pada setiap hal yang kita peroleh. Segala sesuatu yang diberikan kepada kita merupakan sebuah amanat yang harus di manfaatkan untuk kepentingan orang lain atau secara umum.
Ketika memiliki banyak harta, harta tersebut merupakan salah satu cobaan bagi seseorang, karena harta tersebut harus diperlakukan dengan sebaik mungkin. Dalam hal ini dapat bermanfaat bagi orang banyak serta dapat membantu semua orang untuk meringankan bebannya. Rasulullah pernah bersabda :
“Allah mempunyai hamba-hamba khusus untuk memenuhi dan menolong orang-orang yang butuh. Tiap orang membutuhkan sesuatu menuju mereka. Mereka itu aman dari siksaan Allah.”
Setiap kemudahan yang orang lain berikan kepada orang lainnya, maka akan mendapat kemudahan dari siksaan Allah. Hal ini dapat dilihat dari berbagai macam profesi, aktivitas, maupun hal lain yang berhubungan dengan memudahkan urusan orang lain.
Setiap pejabat yang memudahkan urusan sesamanya, maka aman dari siksaan Allah, setiap guru yang memudahkan urusan muridnya maka aman dari siksaan Allah, serta bagi orang kaya yang memudahkan urusan dari sesamanya, maka juga aman dari siksaan Allah. Meskipun orang-orang tersebut tidak meminta, namun tetap aman dari siksaan Allah.
Sidang shalat Jumat yang berbahagia!
Kita telah dilimpahi karunia dan rahmat oleh Allah dengan berbagai jenis macam, seperti ilmu pengetahuan, kekuasaan, kekayaan, pengaruh, dan lain sebagainya. Maka alangkah baiknya semua karunia tersebut di manfaatkan sebagaimana mestinya untuk memudahkan semua urusan orang lain.
Hadirin yang berbahagia!
Semoga kita semua selalu diberikan akhlak yang terpuji dan amal yang baik. Sehingga akan selalu memberikan pahala yang mengalir bagi diri kita untuk terhindar dari siksa api neraka. Dalam hal ini, bersyukur lah kita karena telah mendapat taufik dan hidayah sehingga dapat mengimani dan menjalankan kewajiban agama Islam.
“Bertakwalah kamu kepada Allah dengan kerja sama melakukan segala kebajikan. Dan jangan ceroboh melakukan kesalahan pelanggaran. Sungguh amat berat siksaan Allah itu.

Khutbah Kedua

7 Contoh Khutbah Jumat Singkat dalam Berbagai Tema (Terlengkap) 3
Sidang shalat Jumat yang berbahagia!
Marilah kita tingkatkan ketakwaan dengan meningkatkan ukhuwah Islamiah atau kesetiakawanan antar sesama muslim. Dengan hal ini, maka kita akan memelihara persatuan dan kesatuan antar sesama umat yang berfungsi untuk mempertahankan agama kita juga.
Pada suatu hari, Rasululllah bersabda di depan semua para sahabat :
“apakah kamu ingin kuberitahukan tentang orang yang baik di antaramu dan yang jahat?”
“mau juga ya Rasulullah”, jawab mereka
Pertanyaan Rasulullah tersebut diulang hingga tiga kali. Jawaban para sahabat juga tidak berubah. Kemudian Rasulullah menjelaskan :
“orang yang baik itu adalah yang dapat diharapkan kebajikannya dan aman dari gangguannya. Sedangkan yang jahat adalah yang tak dapat diharapkan kebaikannya, malah kejahatannyalah yang sering terjadi.”
Karenanya, marilah berdoa kepada Allah SWT agar kita senantiasa dijadikan orang yang berperiaku baik, senang membantu, dan memudahkan urusan antar sesama umat Islam. Sehingga menjadikan kita orang yang bermanfaat antar sesama.
Semoga kita dijadikan orang yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang kepada sesama, kekuatan dan dorongan untuk selalu melakukan amalan shalih, sehingga dapat bermanfaat bagi diri, nusa dan bangsa.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah kita perbuat baik disengaja maupun tidak, baik yang masih hidup maupun yang akan mendahului kita menuju ke alam baqa.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Rabu, 16 September 2020

PRESIDEN DAN KEMENAG DIAM, ARTINYA KITA TAK BOLEH DIAM.



PRISTIWA INI BAGI UMMAT ISLAM,  adalah pristiwa luar biasa, pristiwa besar yang harus disikapi. Itulah sebabnya sulit bagi kita untuk memahami mengapa terkait masalah upaya penusukan Seorang Ulama besar yang hafiz Quran di Bandar Lampung, dan dalam waktu yang hampir bersamaan juga terjadi pembacokan seorang Imam Masjid  Hanya dalam waktu singkat pristiwa itu menjadi viral, bukan saja hanya di medsos, tetapi juga media striming. 

Ada dua hal yang akhirnya menjadi perhatian serius, pertama diamnya Kemenag dan Presiden. yang kedua membiarkan adegan brutal terkait penusukan pembacukan, gerakan yang demikian brutal dan sadis di mana pada umumnya hal yang demikian itu diberbagai negara maju dilarang. Karena hal tersebut akan menanamkan ketakutan dan kebencian. Ini berbahaya, manakala yang berbuat ternyata dibesarkan oleh satu kelompok komunitas, maka kamunitas itu diharuskan ikut menanggung resiko, padahal belum tentu itu terkait dengan kamunitas di mana Iya berada. 

Dan yang  juga tak kalah pentingnya untuk disikapi, bahwa pristiwa  tersebut akan membuat para Ulama, para dai, para khatib, para imam sholat dan para ummat Islam, sangat mungkin akan memiliki pengaruh yang sangat besar, saetidaknya  perasaamn was was atau kekhawatiran di hati. Demikian banyak jama'ah yang hadir yang tidak saling kenal. Apalagi khatib sekali kali akan mengundang khatib tamu sebagai selingan, sehingga informasi yang diterima akan berfariasi. 

Maka sebaiknya memang ada sejumlah  Pengurus dan jama'ah yang dibebani tugas untuk mengamankan suasana, atau setidaknya memberikan rasa aman. Baik kepada Ulama, para Dai/khatib, imam yang bertugas di Masjiod itu. Sebaiknya mereka memang diberikan pakaian seragam. Memang tidak harus berpakaian loresng mirip TNI atau Polisi. Baju koko putihpun cukup, umpama diberikan ciri warna pundak, atau warna di kantong, yang orang lain tidak memakainya. Agar para jama'ah segera paham bahwa sipemakai baju koko seperti itu, dibebani membantu keamanan bagi para jamaah pada umumnya, dan petugas seperti Khatib/Imam/ bilal dan sebagainya. 

Jika setelah sekian hari berlalu ternyata Kemenag tidak respon, Presiden tidak respon, itu artinya sebagai jama'ah harus lebih bijak untuk mengamankan masjid secara mandiri, toh banyak diantara jama'ah  mungkin diantaranya ada yang Anggota Polisi ataupun TNI, maka kepada jamaah yang tersebut kita bisa konsultasikan perkara etika memelihara keamanan secara mandiri.