foto

foto

Minggu, 28 Februari 2021

ISLAM DAN POLITIK PEMERINTAH KITA

  \
JANGAN MERUJUK KEPADA POLITIK PENJAJAH

SEBELUM MENCAPAI Kemerdekaan  Rakyat Indonesia  sepenuhnya dijajah dan dikuasai Negera Penjajah, walaupun ada  Negara lain yang sempat menjajah, tetapi yang paling domiunan dalam menjajah Indonesia  adalah Kolonial Belanda. Dalam kekuasaan Kolonial maka Ummat Islam selalu dalam posisi terhimpit, bila tak boleh dikatakan sebagai kelompok yang tercekik. Ummat Islam disebut penjajah sebagai sebagai sebagai masyarakat pribumi,  dan orang pribumi yang menjadi pegawai atau tentara Kolonial hanya di bayar separo hartga, sedangkan orang asl China dan Non Muslim di bayar pewnuh. Orang Muslim ditekan habis agar tak memiliki ekonomi yang mapan, serta tetap dalam keadaan bodoh. Berlapis lapis Statsblad dalam upaya mengkerdilkan Pendidikan ummat Islam pada saat itu, agar orang Islam tetap berrkubang di dalam kebodohan dan kemiskinan. Begitulah gambaran Kolonial memimpin dan berkuasa di Indonesia, jauh jauh hari mereka mengatakan  bahwa Islam adalah ancaman bagi siapapun yang berusaha menjajah dan atau menguasai Indonesia. Snaouk Horgrone memperingatkan.

Sejumlah pihak secara jelas jelas mempertunjukkan sikap ketidaksukaannya kepada Islam hingga pada saat kemerdekaan telah mampu di raih Bangsa Indonesia. Ganti berganti Presiden  Berkuasa di Indonesia, tercatat nama Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawaty, SD. Yudoyono, dan Jokowidodo. Bagi mereka tak mudah membina kemesraan dan hubungan baik dengan Islam. Resep Snouk Horgronye  nampaknya banyak mempengaruhi mareka yang sempat berkuasa di Indonesia.  Sepertinya Muslim akan mendapatkan kesulitan manakala memiliki hubungan mesra dengan kelompok Islam.

Tidak kurang kurang para tokoh Muslim yang sanggup  menyatakan secara lantgang, Kalian Saksikan  bahwa saya adalah sebagai  Muislim. Tetapi banyak pula pihak pihak yng memilih untuk menyamarkan keislamannya.  Dia seperti berusaha  untuk menyatakan bahwa walaupun saya Islam, tetapi tidak seperti Islam pada umumnya, seperti kelompok yang paking dengat dengan sikap ini adalah kelopok Islam  ..... 

Sabtu, 27 Februari 2021

LAKSANAKANLAH KEBAIKAN SEBANYAK BANYAKNYA

TETAPI BANGUNLAH DAN PERTAHANKAN KUALITAS KEIKHLASAN

KEIKHLASAN ADALAH ruh dari iabadah dan amal sholeh yang dilaksanakan seorang Muslim, manakala ruh itu tidak ada, maka ibarat makhluk maka ruh itu pertanda kehidupan,  tampa ruh yaitu keikhlasan itu maka sesungguhnya dia ibarat bangkai yang tak bernilai.  Oleh karena itu maka bangun dan peliharalah kaikhlasan itu, agar kita merasakan manfaat dan keharuman  dari sebuah amal dan ibadah seseorang. Keikhlasan dalam beribadah dan beramal sholeh, maka peliharalah bangunan itu agar tidak rusak hingga akhir hayat/  Demikian kira kira salah satu intu Kuhtbah yang disampoaikan oleh Ustd. Khairul Ali dalam Khutbah Jum'at di Masjid Aljihad Perum Korpri Bandar Lampung Jum'at 26 Februari 2021. 

Khatib mengajak jama'ah agar meningkatkan pelaksanaan Ibadah dan amal sholeh  baik jumlah maupun kualitasnya. Termasuk memanfaatkan partisipasi dalam pembangunan Masjid Aljihad yang ada dipelupuk mata ini. Bagi yang memiliki tenaga, maka gunakan tenaga sebagai partisipasi,  bagi yang memiliki uang maka bantulah pembangunan ini dengan uang yag kita miliki, bagi yang mempunyai pengalaman dan pemikiran serta ilmu maka berpatisipasilah dengan  itu semua. Lakukanlah sesuatu untuk yang besar manfaatnya. Jangan sampai kesempatan ini berlalu 

Tetapi dalam kesempatan ini Khatib juga sangat menggarisbawahi, jangan sampai terkotori oleh suatu sikap  yang sangat tak digariskan oleh Allah/Keinginan manusia agar Ia tercatat sebagai orang baik baik atas sepengetahuan manusia  justeru akan menghambat manusia untuk merasakan manafaat dari amal amalnya di dunia. Itu bisa dilakukan oleh manusia manakala manusia bisa melakukan sesuatu hanya mengharap keridhoan dari Allah. Keinginan manusia untusia untuk mendapatkan  pujian manusia justreu akan mendatangkan kekecewaan, karena keterbatasan paramanusia itu sendiri. Hanya Allah yang mampu membalas dengan steliti telitinya. 

Untuk itu manusia sejatinya haruis mengantisipasi gamguan hati dari syaiton iblis. Pada awalnya  iblis akan menghambat manusia yang akan melaksanakan ibadah dan amal sholeh. Tetapi manakala gagal. Dan ternyata manusia tetap melaksanakan ibadah dan amal sholeh, maka manusioa akan digambbu dengan keinginannya untuk dihargai oleh manusia. Manakala dalam tarap itu manusia gagal mempertahankan diri, dan terbersit dihatinya sebuah keinginan untuk mendapatkan  pengakuan dari manusia maka pada saat itu juga rusaklah segala amalnya. Dan Iblis tak akqan berhentiu menyesatkan pikiran dan perasaan manusia. 

Iblis tak akan pernah merasa bosan untuk menjerumuskan menusia ke dalam kerugian,  sehingga ibadah dan amal sholeh manusia itu menjadi hambar tak lagi berarti. Oleh karena itu maka kita harus selalu berdoa, karena doa adalah meruapakan senjata ampuh bagi manusia ..Kita meminta perlindungan Allah dari godaan manusia dan syaithon. Karena iblis itu adalah jin dan manusia. .....

Jumat, 19 Februari 2021

ANTARA BUZER DAN ULAMA.

UMMAT HARUS MERAPAT KE ULAMA

AKHIR AKHIR INI SEMAKIN JELAS bahwa sering terjadi pertentangan sikap dan pendapat antara Buzer Pemerintah versus ulama.  Buzer ada pada posii pendukung Pemerintah, sedangkan posisi ulama sering trjadi perbedaan terutama dalm beberapa hal. tetapi nampaknya ulama mendapat gelar baru antara lain Kadrun, Intoleran,  kadang disebut Sumpendek,  ada juga disebut Radikal, Antipancasila dan macam macam lagi termasuk diantaranya Politikidentitas. dan  namapaknya banyak lagi yang lain. Tetapi nama nama bagi Ulama iti sepertinya akan berputar timbul tenggelam, tetapi  nama yang nampaknya akan bertahan lama adalah Kadrun, yaitu singkatan dari Kadal Gurun. Tersebar di grup grup WA bahwa  dahulu yang paling  seringg  memakai kata itu adalah PKI yang ditujukan sebagai nama ejekan  kepada ummat Islam  oleh PKI.  Kita tak tahu sekarang itu untuk semua ummat, apa khusus untuk Ulama saja. Tetapi nampaknya hingga seorangpun tak ada yang mempersoalkan istilah Kadrun itu hingga terseret seret di Kepolisisan. Artinya  tak seorang ulamapun  mempersoalkannya. 

Belum banyak ummat yang memahami benar Apa itu yang disebut Buzer. hanyasaja  yang hampir dapat diapami bahwa Buzer itu adalah pihak yang akan serentak marah ketika ada kritik untuk Pemerintah. dan salah satu tokoh Buzer yang berani terang terangan mengakui bahkan bangga adalah bahwa mereka itu adalah kelompok bayaran  Penguasa, (nama tak kami sebut). Di lingkuingan Islam maka pihak yang sering mengeritik itu adalah ulama. Keritik ulama itu akan selalu diperkuat dengan dalil dalil baik al Quran dan haddits.  Karena merupakan ciri ulama adalah bahwa  segala  sikap, pikiran, ucapan dan perbuatan harus benar benar  berdasarkan al-Quran dan hadits. Ketiudak mampuan ulama merujuk kepada dalil tersebut, maka dengan sendirinya gelar ulama  tak akan lagi  disematkan kepada yang bersangkutan. 

Sebenarnya banyak ulama itu yang kayaraya, dengan bukti manakala ada ummat yang mendatanginya  dan menceriterakan  bahwa dirinya  tertipa sebuah musibah,  dan merasa bingung akan berbuat apa untuk menyelamatkan keluarganya. Maka tidak jarang ulama itu akan ikut membantu walaupun dengan meminta tempo. Tetapi nanti kita akan terkejut  jika ketika dia meninggal maka sisa sisa  tabungannya hanya beberapa juta rupiah saja, seperti tabungan anak anak.  Padahal Demi terselenggaranya  dakwah Ualama itu tak segan segan jor joran  mengheluarkan uangnya. Dan nampak wajah gembisa dan puas ketika beliau mengeluarkan uangnya.   

Mungkin karena para ulama ini selalu menutip ngutip Al Quran dan hadits  maka mungkin itulah sebabnya maka muncul istilah  politik identitas. Tetapi sayang sekali istilah  politik identitas itu juga sekaligus  digunakan  untuk menyebut mereka sebagai kelompok intoleran. Kelompok intoleran itu  dikatakan  kepada mereka yang tak menerima perbedaan. Artinya kelompok yang selalu memaksakan  kehendak. Buzer adalah kelompok yang terbina dan terbiayai, dengan bayaran yang sangat menyenangjan, demuikian pengakuan dari tokoh Buzer  yang terkenal itu. 

Nampaknya kita membutuhkan klearen terkasit dengan  politik identitas dan intoleran jika yang dimaksud adalah ummat Islam yang memiliki keparuhan terhadap ajaran agama berdasarkan dalil al-Quran dan hadits.  Lalu doanggap bahaya  lalu dilekatkan kepadanya berbagai nama dan  dan gelar gelar yang dimaksud menghinakan  maka tentu saja itu tidak benar, dan bisa dikatakan 90%-an bohong analisanya. Kecil sekali mereka yang menggunakjan dalil agama  dan itu bisa kita telusuri proses tertebentuknya, yang berlatarbelakang  peperangan bisnis dan mencark keuntungan yang lalu ditunggani para pihak. 




Marilah kita timbang timbang  tentu saja dengan mata timbang berdasarkan ajaran Islam, atau setidaknya tadisi Islam yang mudah kita pami,  Kita mulai dari tugas Buzer,   konon kabarnya  tuag utama buzer adalah menyerang orang orang atau pihak yang memberikan kritik kepada Pemerintah khususnya Pusat apa lagi yang dikaitkan langsung dengan Presiden. jika kita melihat bagaimana reaksi reaksi di medsos orang banyak yang memberikan serangan balik manakala pihak yang melancarkan kritik, bisa jadi buzer itu jumlahnya bisa jadi mencapai puluhan ribuan, cirinya mereka  banyak menggunakan anonim palsu, atau nama nama yang mereka suka saja, mereka tidak ada aktivitas lain di medsos yang menggunakan akun itu, nampaknya akun itu hanya intuk serangan balik. 

Mereka sangat cepat sekali mendapatkan bahan untuk menguliti siapa yang mereka kritik dengan mengangkat berbagai keslahan dan cacat pribadi, yang tidak ada kaitannya dengan materi yang mereka kritikkan. Mereka hanya untuk menjatuhkan  nama dan gengsi yang bersangkuta.  Benar apa tidak kritiukan itu, walloihui a'lam bishowabb 

belum selesai

Kamis, 18 Februari 2021

 KEMENAG : SAYA TAK INGIN POPULISME ISLAM BERKEMBANG LUAS.

PIDATO PERTAMA KEMENAG YACUT  KHOLIL QOUMAN

NANTI KEMENAG  AKAN MENJELASKAN APA MAKSUD SEBENARNYA  KETIKA BELIAU SUDAH MULAI BEKERJA  KEWAJIBAN UMMAT ADALAH  MERAPAT KE ULAMA. 

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyebut belakangan ini populisme Islam mulai berkembang di Indonesia. Dan hal tersebut, ujar dia, tidak bisa dibiarkan.

"Belakangan kita merasakan ada yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik. Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahas ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinanannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme islam," ujar Gus Yaqut dalam sebuah acara webinar lintas agama, Ahad, 27 Desember 2020.

"Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya," lanjut Ketua GP Ansor ini.

Untuk itu, kata Yaqut, dalam pidato pertamanya sebagai Menteri Agama, ia mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan agama sebagai sumber inspirasi dan bukan aspirasi. "Karena aspirasi agama ini, kalau salah-salah orang bisa berbahaya," ujar Yaqut.

Sebagai Ketua GP Ansor sebelumnya, kata Yaqut, ia berkali-kali selalu mengatakan bahwa tidak ada Indonesia jika tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu dan agama lokal lain. Bangsa Indonesia, lanjut dia, berdiri sebagai kesepakatan antar kultur, antar budaya dan antar agama.

"Jadi, barangsiapa ingin menghilangkan satu sama lain atas dasar agama, maka artinya mereka tidak mengakui Indonesia, mereka tidak memiliki rasa ke-Indonesiaan," tuturnya.

DEWI NURITA


MEMANG BANYAK  orang yang terhenyak dengan pidato yang pertama disampaikan oleh Kemenag  setelah resmi menduduki jabatan penting itu. Seseorang bertanya kepada saya. Dengan segala kekecewaannya Ia mengatakan, sesuatu yang sangat mengejutkan saya dia mengatakan ummat Islam di Indonesia adalah kelompok mayoritas, tetapi justeru dengan mayoritasnya bukan jasanya yang dibanggakan, tetapi justeru kesesatannya yang sulit dimaafkan.  Saya sendiri terperangah dengan  pernyataan yang sangat ekstrim itu. Lalu saya menanyakan apa yang menyebabkan anda menjadi sulit berfikir bersih itu. Lalu Ia menunjukkan pidato yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri Agama  yang baru dilantik  Dan saya berusaha untuk membaca secara berulang ulang.  

Sama saja dengan kawan tadi. dan sayapun tak memiliki pengetahuan yang sangat terbatas untuk memahami isi dan arah padato Kemanag yang baru dilantik itu, yang saya segera tahu adalah bahwa beliau lebih pintar dan lebuh berana. Tetapi kepintarannya dan dan keberaniannya segera saja akan menjadi kontroversi ketika berhadapan dengan segala kekurangan kami, ditambah dengan pengetahuan kami yang sangat terbatas itu, dengan itu semua maka kita akan merasa kesulitan untuk memahami  gagasan gagasan besar yang dipikirkan oleh beliau senagai  Kemenag, apalagi kalimat itu mirip dengan apa yang serung dikatakan oleh mereka yang kurang menyukai  Islam di Indonesia. 

Ungkapan lainnya yang digaris bawahi Kemenag bahwa beliau bukan hanya Menetri bagi mereka yang beragama Islam, tetapi merupakan Menteri bagi semua Agama yang ada. Pernyataan yang tidak terlalu mendesak untuk diucapkan  oleh seorang kemenag, tetapi karena ungkapan itu telah diucapkan oleh Menteri sebelumnya, maka kitapun menjadi paham, bisa saja itu sesuatu penggarisan dari atasan Menteri. Artinya memang ada perintah bahwa  bahwa seorang kemenag harus mempertegas jaraknya dengan Islam. Bagi orang yang bodoh seoerti kami berdua ini, maka satu hal yah harus kita ingat selalu, yaitu jangan terlalu banyak berharap kepada Kemenag. Maka kita akan mengatakan bahwa apapun yang dinyatakan oleh seorang Kemenag, bisa kita harus memiliki kemampuan  untuk berkembang secara mandiri. Kemenag akan bekerja dan bicara saesuai dengan kepentingan politik dan oligarki yang bisa menguasainya, semantara kita harus bekerja secara dakwah. Kita harus ikut bergabung dengan masyarakat lainnya untuk menegakkan keadilan dan usaha mencapai kesejahteraan bersama, sesuai dengan huyku, aturan dan kesepakatan lainnya. 

Berdasarkan sejarah perkembangan Islam di dunia, sudahmeruapakan sesuatu yang sangat lumrah karena seringnya terjadi bahwa Penguasa itu banyak yang khawatir dengan berkemabngnya agama Islam, karena para ulama Islam itu sudah terlampau sering dan nyaris bisa dipastikan mengambil posisi kritis terhadapa Penguasa, dan di lain pihak penguasa juga memiliki naluiri  berbuat keliru, jika tak boleh dikatakan curang. Sehingga hal ini akan membuuat suasana sebenarnya bisa hidup, karena yang satu bisa menjadi polisi bagi yang lain. 

Tetapi janganlah ini terlalu di khawatirkan, karena Islam mengajarkan bahwa manakala terjadi seperti ini segera merapatlah ke Ulama. Dengan sebuah rumusan sederhana dan mudah difahami dan segera terdapat hasilnya, kepada ummat Islam merapatlah kepada ulama yang palimh tak disukai oleh kaum kafirin dan  mereka yang tegolong munafik. Orang kafir ada dua tipe, salah satunya adalah yang membenci Islam dan pikirannya selalu untuk menyerang Islam dengan berbagai cara. Orang  munafik adalah orang yang mengaku Islam, tetapi gemar melaksanakan kerjasama dengan piihak pihak yang membenci Islam. 

Tetapi tentu hal tersebut  akan dilakukan tidak secara transparan,  tetapi kegiatan kegiatan selalu saja bisa dengan mudah kita identifikasi, siapa saja mereka mereka itu. Semoga saja apapun yang disampaikan oleh Kemenag, walaupun terasa seperti berusaha menjaga jarak dengan Islam, tetapi hal tersebut harus direspon secara cerdas, ibarat kata pepatah, rambut bisa  dicabut, tetapi tepungnya tak harus berserakan.  semoga. 

Rabu, 17 Februari 2021

PARA ULAMA TETAPLAH KRITIS DAN BELAJARLAH KEPADAREFLY HARUN, ROCKY GERUNG, JK KRITIS TETAPI SELAMAT

IBARAT MAIN, IKUTI ATURAN PERMAINAN

YA ... IBARAT MAIN MAKA IKUTILAH ATURAN PERMAINANNYA, tetapi bagaimana jika memang aturan mainnya memang terasa curang. Dalam situasi apapun Ulama Memang Harus Keriotas, Jika Ulama tak kritis maka dosanya bisa lebih besar lagi. Itulah sebabnya banyak Ulama besar banyak berkhir hidupnya di tiang gantungan, dan tak terbiolang yang  meninggal dengan tersenyum di rumah tahanan, mereka yang jihad itu sesubgguhnya tak mati, mereka dikumpulkan ditempat khusus dan mereka itu tetap mendapatkan rejekinya. Maka kita sebagai ummat yang menjadi binaan para ulama, mendorong para ulama agar tetap kritis, laksanakanlah tugas keulamaan itu, apapun resikonya, sebisa mungkin  patuhilah aturan mainnya. 

Memang sepanjang sejarah kehidupan mereka yang terbilang  sebagai ulama itu posisinya selalu saja dalam sikap kritis terhadap pelanggaran  aturan yang ada, atau sesuatu yang bertentangan dengan agama. maka harus dengan segala daya upaya diselenggarakan pembicaraan  agar mencapai kesesuaian. Setidaknya yang terlampau sering diselenggarakannya sesuatu yang tak sejalan dengan agama antara lain adalah pelacuran, minuman keras serta perjudidn dan  praktek ketidak adilan  yang dilakukan oleh penguasa, atau pihak lain yang dibiarkan oleh penguasa. 

Namun pemahaman terhadap segala aturan yang ada terkait dengan menyam,paikan kebenaran itu juga sesuatu yang tak boleh tidak harus dipelajari baik baik. Dalam sejarah kekuasaan ambil saja contoh Indonesia, dahulu Presiden Soekarno tercatat banyak memencarakan shabat sahabatnya dan banyak juga ulama diantara mereka yang dipenjarakan itu. Katala;am itulah di;;ema penguasa atau kekuasaan. 

Senin, 15 Februari 2021

BENARKAN GAR ITB ITU GERAKAN ISLAMO PHOBIA

 
ALUMNI ITB TAK BOLEH KEHILANGAN OBJEKTIVITAS

SEJAK DAHULU ITB ITU ADALAH KAMPUS BERWIBAWA demikian juga dengan para alumninya, mereka memiliki prestasi yang luar biasa,  dahulu pada saat saya kuliah di zaman Orde Baru pernyataan pernyataan  dari Dema ITB sangat kami tunggu tunggu  karena pernyataan dari Dema ITB tidak kalah dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Kelompok Cipayung yang anggotanya terdiri dari HMI, PMII, IMM, PMKRI, GMKI, GMNI dan lain lain. di mata banyak mahasiswa pernyataan pernyataan dari Dema ITB  tidak kalah tajam dengan  Perguruan Tinggi lainnya seperti UII, Gama, Unhas dan banyak lagi.  Tetapi apa yang dilakukan oleh Alumni ITB GAR yang mempolisikan Din Syamsuddin  mendatangkan setempel kepada alumni ITB dengan stempel bertulislam NGAWUR. 
Kita sagat Prihatin Alumni ITB dengan kemunculan GAR ini  justeru disebut sebut merupakan kelompok Buzer dan ITB diplesetkan dengan Institut Teknologi Buzer. Gelar yang sangat mengecewakan  terhadap kelompok yang sangat kami kagumi  karena mampu membuat pernyataan jauh lebih cepat  dibanding Kelompok Cipayung sekalipun. Karena Kelompok Cipayung membutuhkan waktu untuk mengumpulkan anggota dan mensosialisasikan gagasannya. Sepengetahuan kami ITB memang OK. 

Sebagai orang yang telah dididik olwh Para Bapak dan Ibu Guru untuk dijadikan manusia Pancasilais yang myrni dan Konsekuaen maka kita senang saja ketika diketahui bahwa  di Kampus ITB  telah berdiri sebuah Masjid yang sangat terkenal aktivitasnya, yaitu Masjid Salman. Kita berharap melaluio kagatan Masjiod tersebut akan banyak menghasilkan manusia manusia yang takwa , karena ketakwaan itu sangat dibutuhkan untuk kemajuan Bangsa Indonesia.  Agar tidak tertinggal oleh Bangsa Bangsa lain yang justeru belakangan mencapai kemerdekaan, dan mereka berpotensi meninggalkan Indonesia. adalah karena  memberikan kebebsan yang longgar dan demokratius bagi Bangsanya. 

Dikatakan bahwa GAR ITB yang katanya  memiliki 200-an anggota itu, yang intinya hanya 20 orang yang aktif diskusi dan memmutuskan sesuatunya, tetapi diantara mereka justru merasa dicatut namanya. Artinya informasi sangat simpangsiur. Dan Tak objektyif. Mereka terlalu sedikit dibanding  banyaknya Alu8mni  ITB, sementara di luar sana ada Alumni ITB yang mengeluarkan Beasiswa demikian banyak, dan bahkan menyumbang hingga capaian angka luar biasa, dan itu dari seorang Wanila, alumni yang sibuh bekerja, bukan sedikit orang tetapi sibuk mencari cari kesalkahan orang lain, untuk dipolisikan, lalu ternyata sasaran GAR adalah menyasar ke kelompok teryentu.   

Siapa yang dimunculkan dalam GAR itu baru pion pionnya saja,  buktinya yang dimunculkan hanya seorang wanita  yang tak malu malu bicara secara mencle mencle, dan tak meanggambarkan sikap alumni ITB, tetapi jangan sembarangan  mengira dan menganggap mereka kecil dan ecek ecek, besar kemungkinan besar ada tokoh besar di dibalik kekonyolan itu, karena kita sudah menangkap  slera mereka, yaitu mencari cari kesalahan orang. dengan dalih Gerakan Anti Radikalisme. Gerakan mereka bisa bahaya dan memecahbelah.

Tentui kita mengharapkan GAR ITB bisa melakukan evaluasi diri, masih terlalu banyak bidang dan partisipasi yang bisa dilakukan oleh para Alumni, sesuatu yang jauh lebih besar manfaatnya. Daripada  mengadu sana sini.  ITB terlalu besar dan terlkalu baik untuk digunakan sesuatu yang tak bermanfaat bahkan keliru. Kita tentu sangat berharap ITB bisa meningkatkan perannya untuk kemanfaatan masyarakat banyak. karena Alumni besar kemampuannya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih baik. 
Wallohiu a'lam bishowab. 


MENGENAL GERAKAN DAKWAH MUALLAF CENTRE

                
 BERDAKWAHLAH ANDA DARI POSISI DI MANA K ANDA PUNYA KELEBIHAN


KETAHUILAH BAHWA DAKWAH ITU MULIA, jangan heran  jika dakwah menjadi lebih mulia dibanding sholat berapa rekaat sekalipun. Berbagai cara orang berdakwah , tetapi paham Quran dan luas pengetahuan serta memiliki strategi yang jitu dalam penerapannya. Kadang butuh dana yang banyak, dan jarang harus menyabung nyawa. Tidak sedikit mereka yang melaksanakan dakwah itu harus meregang nyawa.  Walaupun sesungguhnya modal yang paling jitu adalah adalah dakwah dengan mempraktekkan  akhlakul karimah.