foto

foto

Rabu, 06 Januari 2021

MENTERI SERASA WALIKOTA


                       ABRAKADABRA, ADA RISMA ADA GELANDANGAN.                        SEBUAH DERAMA KOREA YANG TERLALU VUILGAR.

HERUSUBENO memang wartawan senior yang terkenal kawakan, dia memiliki sensitivitas tinggi memilah sesuatu yang bisa menjadi berita yang viral dan mana berita yang dengan mudah tenggelam, atau bagaimana menenggelamkan sebuah berita yang selalu viralk dalam waktu yang demikian lama. Sehingg perlu menyusun sebuah derama Korea agar berota viral itu bisa tenggelam, dan sekaligus mengangkat seseorang menjadi viral menggantikannya. Drama Korea kata Subeno Arief dengan senyumnya yang kas. 

Alkisah ketika Menteri Sosial melaju di Jalan Husni Tahmrin matanya menangkap beberapa orang pemulung gelandangan, dengan siagap belaiu turun dari kendaraan Dinasnya serta mendeketai gelandangan itu dan sekaligus mewawanvarainya gelandangan liar yang keliaran disebuar kawasan yang sangat dipujikan masyarakat luar sehingga derajat DKI selaku Ibukota dan Gubernus Anis Baswedan dipujikan oleh masyarakat dunia. Para netizen kata Subeno Arief menangkap sebuah Drama Korya pada adegan itu, pertama itu bukan beban tugas Menteri Sosial, dan yang lain lagi netizen menangkap gelagat yang tak wajar, yaitu para gelandangan mengenakan masker yang tak lazim digunakan oleh Pemulung. serta ada pemulung yang menampakkan telepon gemgam Android lengkap dengan kabel untuk mendengar. Sebagain datri Netizen meyakini ini sebuah setingan dangan maksud tertentu. Para netizen meminta Gubernur DKI diminta membuka ccvtv, sepanjang jalan itu terpasang CCTV dan keadaan akan terekam sepanjang 1 x  24 jam. Dari rekaman itu akan ketahuan, apakah pemulung yang memegang HP android iti apakah sudah menyesuaikan waktu dengan melintasnya Menteri ke saerah itu.    

Membaca itu semua masyarakat tentu akan tersenyum senyum kecut, tetapi silakan sayalah Stafnya Anies Baswedan membhuka CCTV dan melihat adegan tadi apakah sebelumnya para gelandangan yang diduga jadi jadian itu menerima perintah lewat HP lalu bergegas menuju tempat yang telah ditentukan sesuai rencana. Tetapi kita semua berharap semoga saja CCTV dalam keadaan hidup, dan semoga saja beberapa gelandangan itu memang asli dan serba kebetulan. Jangan sampai ada Drama Kortea di situ. Hehehe .... kita ini lagi susah ekonomi, gak usahlah pakai setingan segala. 

Selasa, 05 Januari 2021

SUDUT KECIL MANAJEMEN PENGEMBANGAN MASJID MASJID

 

BELAJAR DARI SEBUAH KEGIATAN KECIL 
YAITU HANYA  MENGEMBANGKAN TERAS MAJID

Fachruddin
SEKEDAR MENGENAL 
mengenal manajemen melalui sudut kecil  di masjid kita yang kini berencana akan mengembangkan teras majid dengan ukuran sekitar plus minus 5 x 14 meter. Sebelum menulis lebih lanjut saya ingin menguraikan ciri dari proses pembangunan Masjid. Berdasarkan hasil penelitian sebuah Tim dalam rangka menyusun sebuah buku kecil  untuk mengelola sebuah sekolah, maka Tim menemukan data bahwa satu satunya Bangunan yang diketemukan hampir disetiap sudut pemukiman yang semakin tua akan semakin mentereng, lengkap dan nyaman serta membanggakan serta tak memiliki rasa ketergantungan dengan dana Pemerintah di Indonesia, maka satu satunya adalah  masjid. Jadi masjid adalah satu satunya bangunan yang akan berubah berkembang terus selama lokasi masih memungkinkan.  


Tulisan ini tidak representatif untuk menjelaskan manajemen pembangunan masjid karena kasus yang dikaji hanya sebuah aktivitas pengembangan teras masjid yang hanya sekitar 5 X 14 meter-(an) namun demikian memang setiap masjid bergerak membangun  diri adalah sebuah pembelajaran yang membuat pihak lain menjadi iri untuk meniru, tetapi pada umumnya tidak bisa. Tidak kurang dari upaya upaya pengembangan manajemen sekolah, dengan

mengacu kepada pembangunan masjid melahirkan petunjuk pengembangan sekolah dengan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah  (MPMBS). itu sangat mungkin dilaksanakan setelah berhasil merabcabg UU Sisdiknas, yang memang dirancang selaras. Tetapi tiba tiba banyak sekali  Peraturan yang dibuat tumpang tindih bahkan UU Sisdiknasnya juga di rubah. 

Mari kita mengenali Bagaimana Masjid bisa berkembang pembangunan dengan baik tampa rasa ketergantungan

dari dana bantuan Pemerintah Pusat maupun daerah. Manajemen pembangunan masjid dimulai dengan cara melibatkan jama'ah seterlibat libatnya. swehingga jam a'ah memiliki kesanggupan untuk menjelaskan kepada tamu atau pihak manapun tentang rencana induk pembangunan  dan pengembangan Masjid. Sampai jama'ah juga memiliki kemampuan untuk menjelaskan prihal keuangan masjid, berapa uang kas yang ada dan siapa saja para penyumbang yang besar, serta rencana penggunaan pemanfaatan uang tersebut, itu diketahui jama'ah secara terbuka. Sehingga manakala kedatangan tamu maka para jama'ah bisa menjelaskan bagaimana masjid ini berkembang. 

Banyak mantan Pejabat di lembana Pemeriuntahan yang cukup terkejut dengan sistem manajemen yang demikian terbuka ini. Dahulu di lembaga Pemerintah  seorang pejabat yang berstatus sebagai Wakil diolok olok dengan istilah bahwa wakil itu berasal dari kata kata awak dan sikil. Artinya seorang wakil itu hanya memiliki tubuh dan kaki saja. tidak memiliki tangan, tidak memiliki mata, tak memiliki mulut, hidung dan juga telinga. Tak boleh melihat, tak boleh bicara, tak boleh berpendapat, dan tak boleh melakukan sesuatu, atau dengan kata lain kehadirannyua tak akan membuat sebuah keputusan itu berpengaruh. Jelas hal tersebut tak ada tempat di lingkungan manajemen pembangunan masjid, di mana pendapat dan kesepakatan jama'ah itu sangat dihargai. Dan tentu saja sangat mempengaruhi kepuitusan dan kesepakatan bersama.

Tim MPMBS semula akan menerapkan manajemen cara masjid, ternyata tak mampu melaksanakannya, karena banyak hal yang hanya diketahui oleh pihak terbatas. Sedang yang lain bukan hanya tak diberi tahu, tetapi memang tak boleh tahu. Termasuk seseorang yang sesungguhnya ada dalam struktur justeru dianggap tak perlu tahu.Itu antara lain kebiasaan di komunitas yang lain.  Berbeda dengan mekanisme di Masjid Di mana  sekalipun dana itu disponsori oleh sponsor tunggal, jika masjid itu merupakan pengembangan maka jama'ah wajib di beritahu. Itulah sebabnya manakala pengembangan akan dimulai maka segala lini akan menjadi bergerak karena masing masing pihak akan mempungsikan dirinya sesuai karakter seperti apa yang ditangkap oleh tim MPMBS. 

Karena masjid memiliki tradisi manajemen seperti itu maka tentu saja, sekecil apapun masjid yang kita bangun atau kita kembangkan, selagi masih menggunakan dana bersama, atau berasal dari sumbangan sumbangan para jama'ah. Maka keterbukaan kepada jama'ah itu maka mutlak dibutuhkan. Dan demikian pula dengan para ta'mir harus mendengarkan  bagaimana pendapat para jama'ah.

Kemungkinan bisa banyak rupa rupa pendapat dari jama'ah, tetapi tentunya pendapat yang layak didengarkan adalah pendapat yang terkait usaha : memakmurkan masjid, mengembangkan fisik dan fasilitas masjid lainnya dan upaya penyelenggaraan macam ragam kegiatan dakwah studi alquran dan studi Islam lainnya. Tentu saja yang harus kita kesampingkan saja, jika seandainya pendapat itu lebih diperuntukkan kepentingan subjektivitas pribadi, demi gengsi pribadi  yang bisa menghambat pengembanganm bangunan masjid serta fasilitas lainnya, bila memang ada. Dengan demikian point yang ingin disanpaikan adalah bahwa selain menghidupkan pendapat dan aspirasi jama'ah, karena tampa aspirasi jama'ah adalah juga ibarat angin yang bisa menaikan layang layang  meliuk liuk naik ke atas.   

Marilah kita jaga suasana kondusif manajemen masjid yang sangat terkenal itu, suasana yang yang musyawarah dan terbuka, tak ada penunjolan personal, semua pendapat perlu didengar, pendapat yang subjektif dan ambisi pribadi dipastikan tidak akan mendapat tempat yang baik dalam memakmurkan masjid, maka jangan sampai para takmir mengalami  kehilangan objektivitas. Disebut takmir karena tugas pokoknya adalah memakmurkan atau meramaikan jama'ah. Jama'ah akan ramai manakala para jama'ah merasa mendapatkan kesempatan dalam berpartisiupasi.  Manajemen di masjid atau manajemen takmir dituntut  trampil mendengarkan pendapat jama'ah,

Marilah kita gali terus wawasan kita tentyang manajemen masjid yang secara diam diam banyak yang mengaguminya,  maka   jangan sampai justeru kita yang menampiknya dengan cara mengacu penerapan manajemen yang kita ambil dari luar masjid. marilah kita lebih menggali dan menerapkan manajemen masjid yang sangat dikagumi oleh oleh pihak lain. Diberbagai contoh menjadi berkembang karena melaksanakan ajaran Islam, sementara banyak Islam yang mundur kerana sperti berusaha keras meninggalkan atau menidakkan ajaran Islam pernyataam ini kutipan andalan dan bebas  dari kitab lama yang sangat terkenal "Li maaza taakhor Muslim"  
 

GERUP GOWES MASJID ALJIHAD

 MEMBIASAKAN DIRI BERANGKAT START DARI MASJID DAK EMBALI KE MASJID. DIMUALI DENGAN BASMALAH DAN DIDIAKHIRI DENGAN HAMDALAH. 













Senin, 04 Januari 2021

JANGAN IKUT IKUTAN MEMBENCI ULAMA ISLAM


Fachruddin
HABIB RIZIQ  itu ulama yang langka, kelangkaannya adalah dakwah yang dilaksanakannya adalah dakwah nahi mungkar, yang berdasarkan petunjuk Islam apabila melihat sebuah kemungkaran, maka cegahlah dengan keduabelah tanganmu, bila tak sanggup cegahlah dengan ucapanmu, bila tidak sanggu maka cegahlah dengan hatimu, dan itu serendah rendahnya imam. Terlalu banyak pihak yang tak memiliki kesanggupan mencegah kemungkaran dengan hatinya, itu yang dilakukan oleh Habib Rizik, maka resikonya adalah banyak pihak yang membenci Habib Riziq karena apa yang dilakukan oleh beliau akan merugikan bisnisnya, akan merugikan kesenangannya. Lalu janganlah kita ikut ikutan membenci seorang ulama hanya karena hawa nafsu dan kelangkaan informasi yang sebenar benarnya. 

Dakwah Habib Riziq itu sejak semula ada tiga sasran pertama minuman keras, kedua judi dan ketiga pelacuran. Kita semua tahu bahwa ketiga hal tersebut adalah meruipakan bisnis empuk yang sangat menjanjikan keuntungan besar bagi penyelenggaranya, selain itu bisnis ini  mampu membuka lapangan kerja yang tidak begitu membutuhkan suatu keahlian khusus, sehingga kehadiran bisnis itu juga dirasakan sebagai dewa penolong bagi klhususnya kelompok bawah, banyak diantara mereka yang benar benar tertolong ekonomi keluarganya dan terhindari kelaparan. Tetapi dalam waktu bersamaan daya rusak dari ketiga bisnis itu juga luar biasa. Walaupun disisi lain menimbulkan kehinaan dan berbagai keburukan bagibangsa secara keseluruhan. 

Karena upaya ini berhadapan dengan pemilik modal yang kuat, ternyata adalah mudah saja bagi pemilik bisnis mudah saja untuk mengangkat banyak sekali preman bayaran. Jumlah preman yang disiapkan bisa berimbang dengan jumlah lasykar pendukung Habib Riziq yang dikenal dengan nama FPI (Front Pembela Islam) itu. Nampaknya para pebisnis itu lebih menguasai media massa, dan bahkan mampu membayar sejumlah buzer dalam kapasitas yang bukan kecil, sehingga kita hanya bisa mengakses kabar buruk tentang FPI. Kebencian kepada FPI semakin menjadi jadi ketika FPI menyerempet urusan politik tetkala dilaksanakannya Pilkada DKI. 

Sejak saat itu FPI tergiring untuk berurusan dengan Polri bahkan TNI, karena di lingkungan Pemerintah rupanya sedang terjadi perubahan besar besaran sehingga TNI pun harus turun tangan dalam masalah ini, karena sekarang FPI bukan lagi dikaitkan dengan pelanggaran aturan tentang protokol kesehatan, terkait civid 19. Berkerumun ternyata bisa disamakan dengan ujaran kebencian.  Sekarang kasusnya sudah ditangani pihak yang berwajib terkait kerumunan dan ujaran kebencian ini. dan FPI juga sudah didampingi pengacara. Mari kita serahkan dan kita percayakan kepada para pihak yang berwenang dalam upaya menegakkan kebenaran.

Mengingat demikian kusut masainya pengelolaan kasus kerumunan yang dikaitkan dengan politik ini sebagai ummat Islam harus kembali keajaran Islam, janganlah ikut ikutan membenci ulama hanya berdasarkan informasi sepihak, apalagai lebih didominasi oleh rasa benci akibat pemberitaan yang tak seimbang itu. Marilah kita jaga kondusivitas masyarakat. Karena kita semua sedang dicekam oleh rasa kekhawatiran dengan adanya acaman virus, apalagi politik lebih menguasai dalam penangamnnya. sehingga penanganan bisa tak berhasil menyentuh hal yang mendasar, karena p[olitik sifatnya lebih komplek.  Jadi kita harus selalu berdoa kepada Allah untuk keselamatan bersama. 

Minggu, 03 Januari 2021

SECH ALI JABER KRITIS.

 

SEBUAH ACUN FACEBOOK  menghabarkan bahwa Sech Al;i Jaber 
yang sedang mengalami carentina lataran dinyatakan positif covis 19 mengalami kritis.
Memang tidak disebutkannya sumber pengambilan berita dan gambara kondisi 
beliau lebih banyak. Tetapi marilah kita doakan saja akan kesembuhan beliau, 
karena kehadirannya ditengah tengah kita sangat dibutuhkan

Fachruddin
SECH ALI JABER SEORANG PAKAR ALQURAN dan hafiz Quran  kelahiran Madinah ini semenjak menjadi Warga Negara Indonesia setelah menikahi seorang Warga Indonesia kelahiran NTB, beliau  memiliki tekad  untuk banyak berbuat untuk dakwah di Indonesia. Dalam dakwahnya beliau menghindari sikap kritis terhadap ketidaktepatan sikap Pemerintah, tetapi tidak pula menghamba kepada Pemerintah untuk mengenyahkan mereka yang kritis kepada Pemerintah. Cinta cita san impian beliau adalah Indonesia pada umumnya di masjid masjid beras diimami oleh Pakar Quran yang hafis Al-Quran. Baik Benar bacaannya serta Baik dan Benar hapalannya. Sehingga bisa menggembirakan dan membanggakan jama'ah dan warga masyarakat umumnya di negeri mayoritas Muslim ini. 

Beliau mencanangkan  untuk mencetak sejuta anak hafiz Quran, setelah sejuta, lalu sejuta lagi dan seterusnya. Sampai pada suatu saat Indonesia dipimpin oleh seorang hafiz Quran Baik dan Benar Bacaannya serta Baik dan Baner hapalannya. Dikagumi oleh masyarakat dunia dan lebih dikagumi dan dicintai oleh para rakyat yang dipimpinnya.  

Tak terdengar beliau sibuk mengumpulkan dana, dan terdengar beliau mengekluh tentang dana. Nampaknya segala dana yang dibutukan dalam rangka operasional untuk mencapai cita citanya itu sepenuhnya ditanggung oleh dompet pribadinya. Mungkin di Arab Saudi sana beliau memiliki bisnis pribadi atau keluarga, bahkan nampaknya keluarga be;iau telah selesai dengan permasalahan pribadi keluarga sehingga kebututuhan didapatkan sevara rutin dan poasti setiap waktunya. Beliau mampu mendatangkan sejumlah Imam Imam Muda yang hafis Al-Quran untuk menjadi imam tetap selama taraweh bulan Romadhon. Kebiasaan para imam muda membaca ayat berhalaman halaman dalam satu rokaatnya bisa dibicarakan dengan jama'ah melalui para ta,mirnya. Prinsipnya dalam sholat taraweh atas kepemimpinan para imam dari Tim Sech Ali jaber ini harus melahirkan rasa enjoi yang dirasakan bersama. 

Kita membutuhkan para pejuang dakwah semacam Sech Ali Jaber ini, yang dalam melaksanakan dakwah ini sedikitpun tidak memiliki rasa keterbantungan kepada atas biaya transportasi, pengimanapan serta kebutuhan akomodasi lainnya  dari pihak lain, dan bahkan memiliki kesanggupan memberikan hadiah umroh kepada mereka yang memiliki prestasi dalah menghapal alquran. 

Dengan tidak memiliki rasa ketergantungan itu itu maka yang bersangkutan bisa mengucapkan sesuatu tampa harus menyembunyikan kata kata sehingga gagal menyampaikan pesan pesan kebenaran. Semoga saja beliau diberikan Allah kesembuhan dan kesehatan, sehingga bisa melanjutkan aktivitas dakwahnya. Selain itu kita juga berdoa agar muncul Sech Ali Jaber yang baru di mana mana sehingga al-Quran dapat dijadikan kendaraan menuju Indonesia hebat seperti apa yang digembar gemborkan oleh para politisi, tampa rasa ketergantungan kepada APBN/ APBD dan sebagainya. 

Tuliosan ini dirama dari apa sempat terbaca di medsos, oleh karenanya tentu sangat terbatas sekali. Mohon maaf bila lebih banyak kemulyaan terkait masalah ini tidak mampu kami sajikan. Namun demikian kami berharap akan besar manfaatnya bagi kita semua. Aamiin.  

 

Sabtu, 02 Januari 2021

KEMARAHAN BELUM REDA, SETELAH FPI, KINI GILIRAN DOA BERSAMA DIBUBARKAN

  
 
AGAK SULIT MENANGKAP dialog di vedeo ini tetapi yang tertangkap antara lain adalah ini vedeo pembubaran jama'ah doa bersama di sebuah Masjid. karena penyelenggaraannya tak sejalan dengan tuntunan protokol kesehatan, terkait ravid 19 sehingga dikhawatirkam akan terjadinya wabah corona, sehingga kegiatan ini harus dicegah keberlangsungannya karena merupakan ancaman  keslamatan bagi kita semua.


In terjadi pada hari Kamis, pembubaran doa bersama itu dilakukan karena mereka yang mengikuti acara doa ini tidak melakukan covid Test terlebih dahulu sehingga tak ada jaminan mereka bersih dari covid dan berarti tidak aman bagi semua peserta doa bersama. Oleh karenanya maka dipandang perlu mendatangkan para petugas yang terdiri dari anggota anggota Satuan TNI dan Polri, yang nampak dalam rekaman itu sepertinya unsur TNI lebih banyak jumlahnya. Namun demikian nampaknya para jama'aj merasa mereka dalam keadaan baik baik saja sehingga mereka berharap agar mereka diberikan kbebasan untuk menyelesaikan doa doa mereka, mereka tak ingin acara doa ini dihentikan di saat doa sedang berlangsung, sehingga terjadi cekcok mulut. Tetapi nampaknya petugas pun tak ingin meringkus mereka sehingga sepertinya pihak TNI dan Polri sedikit mengendur seolah membiarkan pimpinan doa tadi tetap berada pada posisinya, tetapi nampak sejumlah kata disampaikan pleh para petugas itu langsung kepadapara jama'ah, terapi suara jama'ah bersama sama membaca shalawat menggunakan pengeras suara. 

Banyaknya pejabat yang berbicara dan bahkan ada mantan pejabat yang juga ikut menyampaikan ancamannya, serta tidak dilakukannya tindakan yang sama di kesempatan lain, walaupun dalam kontek yang berbeda, barangkali ini pula sebabanya apa yang dilakukan petugas di lapangan tidak langdirespon secara spontan, tetapi mereka masih juga seolah ingin melihat dan menyaksikan langsung apakah para petugas dilapangan itu benar benar serius melaksanakannya secara konsekuen, sehingga seolah mereka menawar apakah sangsi yang terlampau berat itu masih bisa di tawar apakah tidak. 

Mungkin para jama'ah ini melihat bahwa Pemerintah kurang konsisten dengan aturannya terkait dengan kerumunan kemrumunan. Mungkin mereka melihat adanya kerumunan di acara lain tidak ditindak secara tegas, maka mereka seolah ingin menwar keada aparat agar mereka diperlakukan sama, ada penggalan kalimat yang tertangkap para jama'ah melontarkan kata kata itu. Nampaknya Pemerintah memang harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa yang satu dibiarkan dan yang lain dilarang, tentu Pemerintah memiliki sejumlah alasan yang sangat kuat, dan nampaknya itu membtuhkan sosialisasi yang lebih sering lagi. 

Semoga saja Pemerintah dalam waktu dekat bisa menyeragamkan pernyataan dan sikap, di mana aturan tersebut harus diterapkan, dan di mana pula aturan tersebut akan dikendurkan, sehingga masyarakat dan jama'ah bisa mengantisipasi segala sesuatunya secara lebih baik lagi. Semoga apa yang dilaksanakan oleh Pemerintah akan lebih baik lagi dan masyarakat akan merasa lebih nyaman dan lebih terlindungi lagi.  Aamiin.


Jumat, 01 Januari 2021

FPI DIBUBARKAN, DENDAM AHOK TERBALASKAN.

 
JAMA'AH MEMBUTUHKAN BUKU PEGANGAN. 
                              
ANEH BIN AJAIB, ADA YANG BILANG bahwa pembubaran FPI adalah mubahalahnya Ahok. Ini pernyataan ngawur, tetapi biarlah karena situasi sedang acakadut sepertinya sedang terjadi akrobat hukum besar besaran, siappun yang merasa berkuasa sekarang ini seolah diharuskan menakut nakuti rakyat, terutama ummat Islam, dan saya merasa ummat Islam sama sekali seperti  tidak merasa takut, tidak jarang ucapan ucapan keras itu di dunia maya dijadikan meme lucu tetapi cerdas.
Kecuali "barangkali" (dalam tanda petik)   sejumlah pejabat yang takut kehilangan jabatannya, dan sejumlah pebisnis yang biasa main kotot, akan kehilangan peluangnya untuk  mendapatkan keuntungan dengan cara yang mudah. Sednag bagi kita kita biarlah mereka berulah sepuas puasnya, lakukanlah apa yang dianggap benar dan menguntungkan. Sebagai rakyat kecil kita sekarang sekedar berusaha bertahan hidup saja, mencukup cukupkan apa yang sudah ada. hanya saja dalam kesempatan ini  tetapi kita sebagai jama'ah masjid berusaha mendekatkan diri kepada Allah karena Allah maha segalanya, dan akan menyayangi ummat, yang menyerahkan diri kepada Nya. Bila kita mendekati Allah dengan cara berjalan, maka Allah akan menjemput dengan cara berlari. 

Kesalahan FPI dalam catatan Pemerintah mungkin banyak yaitu Anti Pancasila, Anti NKRI, Anti Kebiunekaan, dan berbagai stempel buruk lainnya kepada FPI. Tetapi kasus yang sepertinya sudah memasuki persiapan persidangan adalah kasus kerumunan dan ini berarti melanggar aturan protokol kesehatan dal;am rangka qovid 19. Intinyas kasus kerumunan membuat keberadaan FPI kini terkoreksi. Lalu disusul dengan pernyataan seorang mantan pejabat yang mengatakan Setelah FPI dibubarkan, maka bekas bekas anggotamuya dilarang beraktivitas.  Dan tak dibenarkan ada orgganisasi atau kelompok masyarakat yang menampung bekas anggota FPI, karena akan diberikan hubukuman yang sama. Sikap dan keputusan pemerintah harus disejalskan.  

Kita berharap agar Pemerintah dalam waktu yang tidak terlalu lama segera mengeluarkan semacam surat atau keputusan atau Undang Undang tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat terkait dengan bekas anggota FPI ini agar tiudak terjadi salah paham anatar aparat penegah hukum dengan masyarakat. Hal ini dipandang perlu karena masjid masjid itu umumnya sifatnya terbuka. Siapapun boleh masuk  tampa memeriksa identitasnya, yang penting mematuhi segala ketertiban dalam rangka pelaksanaan pribadatan. 

Dari pengamatan secara kasar, terhadap beberapa orang yang sepengetahuan kami adalah anggota FPI, selama ini bila memasuki masjid menunjuykkan tatatertib dan peradaban yang sangat santun. Dan tidak berteriak teriak.  Sehingga tak ada alasan untuk menolaknya sebagai jama'ah dalam pelaksanaan sholat berjama'ah termasuk sholat Jum'at.  Manakala mereka datang lebih awal, tentu saja yang bersangkutan berhak duduk di shof awal, terdepat dan terhormat, kecuali beberapa titik yang nanti akan ditempati oleh beberapa petugas yang akan dilaksanakannya terkat pelaksanaa sholat berjama'ah atau keberadaannya memang diundang secara khusus.  Maka terkait dengan FPI tadi kita berharap Pemerintah memberikan petunjuk petunjuk yang jelas. 

Mengingat pemerintahj sekarang lebih mengedepankan ketegasan, dan sebagai ta'mir masjid dan jama'ah pada umumnya, maka tentu saja sebaiknya akan berusaga untuk mematuhi aturan Pemerintah, itulah sebabnya Pemerintah mengeluarkan aturan resmi, dan menghindari para pejabat itu bicara masing masing sesuai dengan keinginan sumbektivitas yang bersangkuta, Ini perlu disampaikan dalam rangka menjaga kondusifitas dalam berbangsa dan bernegara.