foto

foto

Jumat, 26 Juni 2020

GERAKAN UTAMA MASJID ADALAH MENANAMKAN KETAKWAAN.



KHUTBAH EPISODE KE 4  Di  Masjid Aljihad yang disampakan oleh Dr (c) Bainal Huri, M.Kom.,  kemarin Jum'at  26  2020 dengan thema Pembentukan Generasi Takwa. Apa yang disampaikan oleh belaiu adalah sesuingguhnya mengingatkan kepada kita semua sebagai Jama'ah Masjid Al-Jihad bahwa sejatinya membentuk generasi takwa itu adalah salah satu unsur yang wajib disampaikan oleh setiap seorang khatib dalam khutbah nya. " Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar benarnya takwa".  dan dalam AlQuran disebutkan bahwa Ini kitab yang merupakan satu satunya petunjuk untuk mencapai derajat takwa yang sebenarnya".

Oleh karenanya maka sesuatu yang wajib disampaikan oleh Khatib kepada jama'ah, dan juga merupakan kewajiban para jama'ah untuk menindaklanjutinya. Dan tentu saja untuk menindaklanjuti petunjuk Khatib itu akan jauh lebih sulit untuk dilaksanakan, karena lebih membutuhkan tenaga dengan segala keahliannya, keahlian dan waktu yang panjang dan tentu saja masalah biaya yang tidak sedikit.

Dengan demikian  maka upaya upaya atau usaha untuk mewujudkan generasi yang takwa sebagaimana apa yang disampaikan Khotib kita ini, tentu saja adalah keniscayaan adanya. Karena ini wajib sifatnya maka segenap Pengurus menyelenggarakan program penanaman takwa bagi segenap jama'ah dan istimewanya  generasi muda, Khatib menggaris bawahi kata kata tanamkan ketakwaan bagi generasi muda di Masjid ini.

Kita akan berdosa besar bila mana selaku takmir Masjid ini tetapi tidak  menyelenggarakan program penanaman ketakwaan ini, oleh karena itu marilah kita berlomba menghindari dosa ini dengan cara merumuskan program, melaksanakan program, mengevaluasi program, menindaklanjutu program  meningkatkan program serta menjaga keberlanjutan program.untuk kita ketahui menyiapkan diri sebagai takmir masjid, yakjinlah bahwa kita akan menjadi manusia yang sangat dimulyakan Allah  manakala kita bisa melaksanakan tugas mulya ini semaksimal mungkin.

Selanjutnya marilah kita berdoa bersama sama semoga Allah memberika kekuaatan dan kekuasaan  kepada para takmir masjid Aljihad ini untuk menyelenggarakan program pembentukan ketakwaan

 

Senin, 22 Juni 2020

AKAL SEHAT AKAN KETEMU AKAL SEHAT.

PERNYATAAN INI DIUCAPKAN OLEH ROCKY GERUNG, ketika Rocky Gerung diundang oleh Ustad Abdul Shomad (UAS) di mana Rocky pernah mengatakan bahwa UAS adalah singkatan singkatan dari akal Ustadz Akal Sehat,  Gerung meyakini bahwa akal sehat akan bertemu dengan akal sehat, sedangkan dengkul akan berjumpa dan bersatu dan bersama sama denganb akal dengkul, mereka yang dungu akan lebuih nyaman bersama orang orang yang dungu pula, demikian kata Rocky ketika memenuhi undangan Ustadz Abdul Somad. Obrolan itu terkesan seperti disertai senda gurau, tetepi bila di simak dan direnung, isinya serius banget, nampaknya Gerung sedang melindungi UAS dar ab

 

Pembicaraan awal nampaknya Buzer menjadi pilihan.  Gerung bilang bahwa akal sehat akan menyatu dengan akal sehat maka Buzer nanti akhirnya akan bersatu dan menyatu dengan yang membayarnya. Gerung menyebut nanti pada saatnya kerjaan Byzer itu justeru akan menyusahkan si pembayarnya senduiri, ketika merasa berhenti dibayar. Jika sekarang bisa disebut mereka sekarang menyatu dalam Partai Buzer Sejahtera, sebagai Buzer pada saat sekarang ini  para buzer ini sangat merasakan nikmatnya kesejahteraan, tetapi pada saatnya nanti meraka takan dibayar. Dan pada saat itu sipembayar buzer hampir dapat dipastikan akan menjadi pusat sasaran dan kemarahan buzer. Nanti  thesis Gerung akan diuji dengan waktu. Apakah benar Buzer yang akan berbuat dan mengakibatkan pembayarnya jatuh.

Dalam pertemuan itu nampaknya Gerung sengaja ambil cari kata kata sehingga terkesan bergurau, saya menduga beliau sengaja melindyngi UAS untuk tidak terseret ke kasus delik yang nampaknya merupakan tugas para buzer untuk mencermati setiap kalimat untuk dizartikan deliknya. Sehingga Gerung merasa berkewajiban untuk melindungi UAS dari serangan Buzer karena UAS bukan tercatat sebagi seseorang yang pakar falsafah hukum dan falsafah keadilan, seperti disiplin yang memang digandrungi dan dikembangkan oleh Gerung.

Buzer telah dibayar mewah untuk usaha menjatuhkan orang orang yang kritis, sayangnya para buzer sering menyaru dengan cara meminjam otak orang lain, tetapi sayang para buzer seringkali meminjam otak orang yang lebih bodoh dari otak asli si buzer katanya meledek Buzer. Katika ditanya apa ciri orang berfikir secara dungu tanya UAS, mereka yang dungu itu senang sekali menggunakan logika deception. Sesuatu yang palsu, sesuatu yang dikorup. Banyak lagi obrolan antara UAS dan Gerung.

Saya berharap UAS dan Gerung tak sering sering melakukan pertemuan, karena sesungguhnya memang keduanya memiliki kesamaan, yaitu menyeru kepada kebenaran dan kebaikan secara terikur dengan ukuran masing masing yang meraka rasakan sejalan. Tetapi saya tak setuju keduanya sering berjumpa, nanti pada satu saat ketika buzer gagal menembak Gerung, maka UAS akan menjadi sasaran tembak yang empuk, karena akan banyak bicara secara lebih jujur dan apa adanya. Saya sangat menyayangi UAS.

Lalu siapa sih para Buzer itu, siapa yang membayarnya, di bayar pake uang siapa ..., Jawabnya "Aku Takl Tahu".


 

Minggu, 21 Juni 2020

ARAHKAN UMMAT KE MASJID.

Fachruddin, jamaah
SEBAGAIMANA YANG DICONTOHKAN oleh Rasululullah SAW bahwa pusat pembinaan ummat itu di masjid, memutuskan segalka sesuatunya apalagi yang penting penting itu di masjid, jangan ditanya pusat pendidikan agama tentu saja masjid adalah puisatnya, jika memangh Rasulullah sebagai teladan kita dalam beragama, dan tentu saja dalam berkehidupan dalam segala aspeknya.

New Normal akibat corona akan mengakibatkan perubahan luar biasa, maka ummat Islam dalam memikirkan nasib ummatnya, memang harus memberian kajian luar biasa pula, bisa jadi dalam waktu dekat sistem pendidikan kita akan mengalami perubahan yang signifikan, karena dalam kasus Indonesia saja, dengan diangkatnya seorang Menetri Pendidikan bukan dari kalangan pendidik, tetapi dari kalangan bisnis. semula memang sudah mengancang ancang, tetapi nampaknya dampak corona ini mengharuskan penundaan karena menunggu konsep besar uang menginduki strategi pengelolaan Pemerintahan.

Pemerintah Indonesia memang mengalami keterlambatan dalam mengantisipasi dampak corona,  karena justeru awalnya para buzer yang yang dilepas dalam rangka coron, sehingga informasi tercampour aduk dengan info hoax, walaupun dengan cara menampilkan pakar dalam bidang tertentu di luar kesehatan, tetapi tentu saja karena itu diketahui sebagai gerakan buzer maka yang lain bersemangat untuk memberiakn informasi tandingan. Belakangan jama'ah umroh asal Indonesia dianggap tak diseriusi Pemerintah dalam penanganan dampak corona. Terakhir justeru pihak Indonesia sendiri menunda keberangkatan jamaah haji Indonesia.

Disadari atau tidak tetapi yang layak diyakini bahwa akibat corona ini ummat dan jama'ah Islam banyak mengalami kesulitan dalam hidup, akhir akhir ini sektor non formal yang semula tahan banting atas segala cuaca dalam menghadapi gejolak politik dolar, justeru pada saat sekarang ini kelompok ini lebih awal gulung tikar, bukan hanya gerobak gerobak yang banyak digantung ditaruh diemperan samping rumah, tetapi juga motor motor roda dua, dengan bisnis antaran mulai menangis, dan mereka yang menggunakan mobil juga terpaku membisu. jangan dikata mereka yang bisnis dengan cara memikul. Mereka ini tak lagi ditoleh oleh pembeli.  Satu dua kasus memang nampak masih bergeliat dan tetapi siapa yang bisa menjamin, sampai kapan mereka bertahan.

Sudah saatnya kita mengumpulkan banyak pemikir, untuk mengantisipasi segala sesuatunya. yang mereka mau bekerja diluar hiruk pikuk pilkad dan pada saatnya nanti akan ada Pilpres. Sudah saatnya masjid bergerak untuk menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan ummat dan pusat pendidikan kebudayaan Islam. Apalagi dunia politik sekarang seperti sedang kebaran jenggot akibat terpotong ditelikungan oleh upaya upaya untuk menghidupkan kembali PKI dengan harapan nantinya akan disambut sebagai umpan terobosan kepada politisio yang konon kabarnya sudah didik oleh Partai Komunis China, katanya.  Point tulisan ini adalah agar masjid bergerak dalam pembinaan jamaah
Wallohu a'alm bjshowab.

Sabtu, 20 Juni 2020

DUA WARISAN RASULULLAH SAW, JAMINAN KESELAMATAN.

DIKATAKAN diwariskan dua hal untuk keselamatan manusia, yaitu Al-Quran dan Sunnah atau hadits, yaitu apa yang dikatakan, apa yang diperbuat dan apa yang disetujui oleh Rasulullah SAW. sedang apa yang dikatakan, apa yang diucapkan, apa yang diperbuat dan apa yang disetujui Rasul itu adalah berdasarkan al-Quran. Rasulullah SAW mengatakan bahwa keselamatan manusia akan dijamin manakala   berpegang kepada Al-Quran dan haddits. Isinya merupakan petunjuk yang berisikan kebenaran dan keselamatan menuju kebahagiaan setiap manusia.Inilah satu satunya Kitab sebagai bimbingan atau jalan menuju takwa. Dan ketaqwaan adalah merupakan persyaratan menuju keselamatan baik dunia maupuna akherat.

Itulah kira kira salah satu sisi dari inti khutbah yang disampaikan oleh Khatib dalam penyelenggaraan Sholat Jum'at yang ketiga dilaksanakan oleh Masjid Aljihad Perumahan Korpri Bandar Lampung. Dimana penyelenggaraan sholat Jum.at di musholaa mungil ini adalah dilakukan dalam rangka memecah jama'ah agar tidak terlalu padat, kaena masjid terdekat memang terasa sesak sekali ketika melaksanakan sholat Jum'at sebelumnya. Untuk menyesuaikan diri dengan protokol kesehatan

Penyelenggaraan sholat Jama'ah Jum'aty ini nampaknya memang dilaksanakan dalam situasi sangat mendesak ketika Pemerintah memberikan kelonggaran dalam pelaksanaan lockdown terkat merebak virus coron. Sehingga tentu saja persyaran administratif belum terselenggara dengan baik dan belum ada kontak ukhuwah dengan masjid masjid sekitar. Jangankan ada komunikasi dengan Dewan Masjid tingkat Kabupaten/ Kota, bahkan Kecamatan dan juga KUA atau Uspida tingkat Kecamatan. Jangankan itu semua, Pengurus Musholla yang sekarang berubah menjadi Masjid saja belum lagi menyelenggarakan rapat bersama, tentu saja ini karena kesulitan komunikasi juga tak lain karena corona.

Ada yang mengusulkan agar menggunakan Zoom Meeting, tetapi belum bisa  disetujui oleh para Pengurus karena kekhawatiran rahasia bisa terbongkar. Jadi untuk sementara waktu mungkin para Pengurus yang jumlahnya memang tak seberapa ini masih belum bisa berjumpa dalam satu jama'ah  bila masih juga energi dengan fasilitas moder, sebetulnya bisa dimaklumi bahwa sebagian yang gaptek maka jawaban yang paling tepat sebenarnya bukan mencari dalih untu menolak teknologi, tetapi meminta para jama'ah yang masih muda dan mahasiswa bisa membantu kita kita yang sudah berusia tuia agar juga bukan hanya mampu, tetapi terampil untuk menggunakan fasiulitas komunikasi secara new normal.

Jangan terlalu berharap masalah virus corona ini segara akan usai, tidak, karena maslah virus corona ini sudah ditunggangi kepentingan bisnis, ekonomi, vinansial serta politik dunia. dan ini hampir dipastikan akan berjalan lebih panjang dari perkiraan kita, karena panen besar justeru akan tarjadi pada masa pasca. corona. Dan yang dibutuhkan oleh dunia buisnis itu adalah ketakutan global. Marilah kita tinggalkan masalah corona.

Kenbali ke judul di atas, tentang jalan yang diberikan untuk mencapai keselamatan dan bahkan kebahagiaan, maka sesegera mungkin kita keluar dari situasi darurat. termasuk kedaruratan dalam menyelenggarakan sholat Jum'at dimana segala sesuatunya bukan terjadi secara kebetulan melain sesuatu yang memnag telah kita rekaya dan bahkan disimulasikan.  Masjid yang mampu melaksakan hal tersebut, adalah masjid yang sudah berusaha memperbaiki diri. memiliki visi dan missi, memiliki program, dan memiliki strategi untuk mencapai tujuan program ini. Kira kira demikian tugad kita semua dalam menyelenggarakam kegiuatan sebuah masjid.

 

Rabu, 17 Juni 2020

FALSAFAH SAKIT, SAKIT BUKAN MUSIBAH ?!

SEBAGAI ANGGOTA GRUP WA, dalam dua hari ini setidaknya ada dua orang yang sedang mengalami sakit, diam diam saya juga sebenarnya sekarang masih dalam keadaan sakit, jadi kami betiga masih dalam keadaan sakit dan sedang berharap sembuh. Lalu saya teringat suatu peristiwa lucu yang terjadi ketia kami menerima kuliah filsafat, yang membuat kami pusing tujuh keliling, ada juga kabar seorang teman kami yang sudah dua kali kuliah tak masuk, Sang Dosen menanyakan. Tiba tiba saja ada seorang teman menanyakan tentang Falsafah Sakit.

Kami sekelas tertawa gembira atas pertanyaan itu, dan kami berharap Sang Dosen terpancing untuyk ikut bergurau agar kami sekelas terkurangi beban berfikir. Tetapi harapan kami menjadi pupous, karena ternyata Sang Dosen menanggapi serius pertanyaan tentang falsafah  Beliau justeru menjelaskan bagimana sakit dilihat dari kacamata aagama Islam. Kuliah penuh canda yang kami harapkan menjadi kuliah serius walaupun Pak Dosen nampak sdikit sedikit berusaha mengaitkan dengan konten kuliah pada saat itu.

Judul tulisan ini hanya judul, tetapi ntinya saya berusaha mengingat ingat kembali materi kuliah tentang sakit, Para pemikir Islam nyaris sepakat bahwa seseorang yang pantas disebut dengan cerdas manakala seseorang itu ingat bahwa pada suatu saat iya akan mati, terpisah roh atau nyawa dari jasadnya, Dan itu akan terjadi manakala jatah rezeki baginya dari Allah telah habis. Kita belum meninggal juga karena, jatah rizki kita belum habis. Darimanapun rizki itu berasal, dipastikan akan akan sampai ke kita juga, urusan proses sampainya maka Allah yang akan mengatur.

Yang paling cepat mengingatkan kita bahwa pada suatu saat kita akan mati adalah melalui sakit. pada saat sakit kiota akan banyak beristighfar, banyakl berzikir, banyak mengingat Allah dan banyak mengingat mati. Pada saat kita ingat mati adalah berarti bahwa kita sedang dalam posisi secerdas cerdasnya.

Mungkin sangat mengejutkan kita bahwa tidak kurang dari seorang Habibie yang menemukan teori kretakan pesawat terbang, dan ternyata penemuannya itu benar sekali, sehingga semua perusahaan yang menggunakan pesawat diharuskan membayar kepada Habibi sampai ditemukannya teori baru. Banyak sumber honorarium dari berbagai tempatnya belerja di German tak diambil setidaknya mulai beliau menjadi Menteri di Kabinet Soeharto.

Kata almarhum Nurcholis Majid  Habiubie berpotensi menjadi barisan orang terkaya di Indonesia. Sayang keinginan Habibi menanam Sham di Nurtonio tak disetujuan, Keinginan beliau membuat mobil Nasional juga tak disetujui Pemerintah, Dan keinginan beliau membuat TV Islam juga ditolak. Dia hanya diterima menjadi Ketua ICMI. Habibie di hari tuanya, menyesal mengapa Iya dahulu tidak ditakdirkan untuk menjadi ahli agama.

Setelah pada tahun kedua ketika habibi mengambil gelar doktornya, beliau kembali gagal mencapai targetnya sebagai mahasiswa penyandang nilai terbaik, nilainya dikalahkan oleh dua orang mahasiswa lainnya. Pada stu saat Iya menemui dua orang mahasiswa terbaik 1,2 yang keduanya adalah orang Yahudi. Habibi menanyakan apa resep kalian mengalahkan aku, padahal aku lebih giat dalam belajar. Semula kedua orang Yahudi ini ragu, tetapi karena Habibi sepertinya sangat berminat. Kedua orang ini akhirnya sepakat membocorkannya.

Betapa terkejutnya Habibie mendengar jawaban kedua orang Yahudi itu. Kata orang Yahudi itu. Setiap sepertiga malam dalam setiap malamnya, kami bangun segera membersihkan badan, selesai membersihkan badan kami langsung membaca Al-Quran, itulah sebabnya kami sangat mudah dalam belajar, dan sangat mudah dalam membaca dan menulis. Haachhh.... Habibie terbelalak, dia menyesal dan merasa malu karena sebagai orang Islam, sebagai penganut Islam yang taat, tetapi tak rutin baca al Quran. Sejak malam itu sesibuk apapun Habibie dipastikan bangu sepertiga malam sholat sunnat dan membaca al-Quran. Sejak itu Habibie mengungguli nilai dua orang Yahudi yang gemar membaca al-Quran. Orang yahudi memang familiar dengan hrup alpabet al-Quran. 

Dua kisah dan pengalaman Habibie ini cukup jelas apa yang saya maksudkan. Tetapi rasanya belum cukup juga jika cerita ringan ini tidak saya ungkap dalam tulisan ini. Seseorang menulis, dan tulisannya  viral. Selama iya tinggal di Arab Saudi dengan mengetahui adanya beberapa rumah sakit. Dia heran sekali mengapa Rumah Sakit di Arab Saudi tidak dikunjungi hingga terpaksa mengantri untuk menunggu giliran.

Usut punya usut ternyata penduduk setempat memiliki kebiasaan apabila mengalami sakit, maka yang bersangkutan segera meningkatkah ibadahnya, diawali (1) Sholat sunnat dua rokaat dan meminta kesembuhan, (2) Banyak banyak baca Quran, (3) Bersedekahlah, masih belu sembuh maka (4) perbanyak istighfar, (5) Rajin minum madu asli selain berdoa, (6). Makanlah buah buahan herbal yang tumbuh atas kasih sayang Allah. Cermatilah dari satu tahap ke tahap berikutnya akan ada perubahan demi perubahan, yang mungkin saja tak kita sadari. Bila masih sakit juga, barulah anda ke Rumah sakit atau dokter untuk berobat, dan tahap tahapan yang tadi tetap silaksanakan. Berserah diri kepada Allah. Ketika kita berserah diri kepada Allah, maka itulah saat saat terbaik bagi kita, pada saat berserah diri dan ikhlas dipanggil Allah sekalipun, maka pada saat itulah kita sedang cerdas cerdasbya di mata Allah.

Mari kita lupakan untuk berfilsafat ria, tetapi marilah kita renungi berbagai pristiwa teladan, dengan momen sakit, kita jadikan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pada hakekatnya sakit belum tentu hukuman, tetapi besar kemungkinan karena Allah sayang kepada kita.

Wallohua'lam bishowab/

Selasa, 16 Juni 2020

 

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag (malzis@yahoo.com)
 
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُالْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّابَعْدُفَيَاعِبَادَاللهِ اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
 
Para jamaah yang sedang berpuasa yang saya muliakan.
Tujuan utama puasa adalah menjadikan kita orang yang lebih baik keimanan dan ibadahnya, serta lebih baik budi pekertinya kepada sesama manusia, sebagaimana difirmankan Allah SWT,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ 
”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah [2]


Apakah puasa wajib kita yang baru lalu kita tunaikan teah tercatat sebagai puasa yang maksimalis.?. Ada dua macam puasa, yaitu puasa minimalis dan puasa maksimalis. Puasa minimalis adalah puasa standar, yang hanya menjauhi makan, minum dan bersetubuh, mulai subuh sampai magrib. Inilah puasa kanak-kanak. Sedangkan puasa maksimalis adalah puasa yang tidak hanya menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa, tapi juga menjauhi segala dosa melalui mata, telinga, mulut atau lidah, tangan, kaki, dan semua anggota badan, bahkan puasa hati dari semua lintasan yang tidak disukai Allah. Tidak hanya itu, puasa maksimalis juga disertai dengan memperbanyak shalat sunah, zikir,  infak, dan sedekah.  
 
Hanya dengan puasa maksimalis inilah kita bisa merantai setan dan mengunci neraka. Selama Ramadan, bukanlah Allah yang memenjara setan dan menutup pintu neraka, melainkan kita sendiri, karena setan tidak kita beri kesempatan sedikitpun untuk bergerak. Subhanallah, melalui puasa maksimalis, Allah ingin mengantarkan kita menjadi waliyullah atau kekasih Allah, manusia yang mirip nabi, bahkan mendekati derajat malaikat.
Dengan kata lain, puasa minimalis bertujuan menyenangkan Allah semata (hablun minallah), sedangkan puasa maksimalis menyenangkan Allah dan semua manusia (hablun minallah wa hablun minan-nas). Lakukan puasa maksimalis, dan yakinlah keluarga harmonis dan bahagia akan segera Anda rasakan. Puasa maksimalis inilah yang akan memberi kontribusi besar untuk terciptanya hidup damai di tengah masyarakat yang multi etnis, multi agama, multi aliran atau mazhab, dan multi partai.
Kita, muslim Indonesia amat bersyukur, karena kita telah berhasil membangun hablun minallah pada masyarakat kita. Kita saksikan saat ini, semakin bertambahnya penghafal Alquran, semakin semaraknya masjid, bertambahnya kajian-kajian Islam, semakin banyaknya orang umrah dan berhaji, sehingga kota Mekah tidak pernah sepi dari kehadiran orang Indonesia.
Tapi, kita masih ”gagal”membangun hablun minannas, yaitu masyarakat yang toleran, peduli, dan menghargai perasaan dan kehormatan setiap orang.
 
Para jamaah yang saya muliakan.
Puasa maksimalis ditandai dengan kemuliaan akhlak sebagai berikut. Pertama, dengan puasanya, ia mengobral sedekah kepada fakir miskin, mengobral maaf kepada orang yang pernah menyakitinya, menahan marah, menghapus dendam, dan memperbanyak koreksi diri dan istighfar, sampai tidak ada waktu untuk mencari-cari kesalahan orang (QS. Ali Imran [3]: 134).
Jadi, puasa maksimalis melahirkan manusia berakhlak Tuhan, yaitu seperti yang dilakukan Allah SWT: tidak makan dan tidak minum, tapi selalu bekerja memberi makan dan minum serta menyenangkan makhluk-Nya.
Kedua, tidak berbicara kecuali yang betul-betul teruji kebenarannya. Ia juga cerdas dan amat berhati-hati dalam menyeleksi sebuah informasi (QS.Al Hujurat [49]: 6). Semakin banyaknya orang cerdas dan berpendidikan saat ini, ternyata diikuti juga semakin banyaknya orang yang kreatif membuat informasi bohong.  
Orang bergelar doktor dan profesor bisa tertipu dengan berita bohong produksi orang-orang fasiq atau al kadzdzab (pembohong), apalagi masyarakat umum. Nabi Adam a.s juga dikeluarkan Allah dari surga karena termakan berita bohong yang disuguhkan Iblis (QS. Al A’raf [7]:22).
Bisa jadi masyarakat kita kelak juga terusir dari surga dunia yang kita cita-citakan, jika kita membiarkan perederan berita bohong melalui berbagai media sosial.
Wahai para produser berita bohong, para pendukung dan penyebarnya, bertobatlah. Ramadan inilah waktu terbaik untuk bertobat. Gantilah kebiasan buruk itu dengan kesibukan baru, yaitu mendalami Alquran dan tafsirnya, atau hadis nabi dan sejarah hidupnya. Atau bekerjalah lebih keras agar mendapat banyak uang untuk membebaskan derita orang-orang miskin.
Ketiga, berusaha mendamaikan sengketa di antara beberapa pihak, bukan justru memprovokasi (QS. Al Hujurat [49]: 9-10). 
Suatu hari, Nabi SAW berjalan melewati pekuburan. Tiba-tiba wajah beliau pucat dan tangannya gemetar sambil menjelaskan, bahwa dua orang di dalam kuburan itu sedang disiksa berat, bukan karena dosa besar, melainkan karena hal-hal yang dipandang remeh sewaktu hidupnya. Nabi menunjuk satu kuburan sambil mengatakan bahwa orang tersebut disiksa karena tidak berhati-hati dalam soal najis ketika buang air dan mengabaikan cara-cara bersuci yang benar. 
Lalu, Nabi menunjuk kuburan lain di sampingnya dengan mengatakan, ”Orang ini mengalami siksa yang berat karena yamsyi bin namiimah, yaitu berbicara yang justru menambah renggangnya hubungan persaudaraan” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a).  
Itulah sebabnya, Nabi SAW mengijinkan kita sedikit berbohong dengan tujuan mendamaikan dua pihak yang bersengketa. Jangan sampai puasa ramadan yang kita kerjakan setiap tahun, umrah yang kita lakukan berkali-kali, Alquran yang kita baca setiap hari, ribuan bungkus nasi yang kita sedekahkan untuk berbuka puasa, gagal mengantarkan kita ke surga, hanya karena kegagalan kita menjaga mulut kita.
Keempat, tidak berburuk sangka, tidak mencari-cari kekurangan orang lain, dan tidak  menjelek-jelekkan orang, apalagi dengan sebutan yang menyakitkan (QS. Al Hujurat [49]: 11).  
Melalui puasa maksimalis, bertobatlah dan akhiri sebutan cebong, kampret, PKI, muslim banci, murtad, munafik dan sejenisnya yang tidak pantas diucapkan oleh seorang muslim. Mengapa dilarang? Sebab, dalam pandangan Allah, bisa jadi yang diejek itu lebih mulia di mata Allah, dan lebih harum di langit daripada pengejeknya. Ingat, standar penilaian Allah dengan standar penilaian manusia, tidak selalu sama. Antarprofesi, antarlembaga, antarkomunitas apa pun harus saling melengkapi, saling menguatkan, dan bukan saling merendahkan.
 
Para jamaah yang saya muliakan.
Ayat-ayat di atas sudah turun 14 abad yang lalu. Tapi, rasanya baru turun bulan yang lalu, karena isinya sangat pas dengan kondisi sekarang. Akhiri puasa minimalis, puasa kanak-kanak, puasa yang hanya menjauhi makan, minum dan bersetubuh. Saatnya, sekarang kita lakukan puasa maksimalis, puasa yang melahirkan tutur kata dan tindakan yang menyenangkan Allah dan menyenangkan manusia.

Kita hapus semua, buang semua penyakit hati, untuk kemudian kita install program baru, yaitu menjadikan kita muslim yang bersih hati dan baik budi pekerti, muslim waliyullah, mirip nabi dan malaikat.
Hanya dengan puasa maksimalis inilah kita bisa menyerap cahaya lailatul qadar yang akan datang. Jangan salahkan matahari ketika rumah kita tidak tersinari olehnya. Bukan matahari yang tidak terbit, tapi karena kaca rumah kita yang amat kotor dan gelap, atau tertutup kain hitam tebal dan berbau.  
 
Lailatul qadar sudah disiapkan Allah untuk menjadikan kita manusia baru. Maka, lakukan puasa maksimalis sejak sekarang sebagai persiapan menyambutnya. Wahai Allah, bantulah kami sekeluarga dan para pemimpin kami untuk berpuasa seperti Nabi-Mu.
 
                        اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهُ لِى وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَاالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Doa untuk khutbah kedua.

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا لَذَّةَ النَّظَرِ إِلٰى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ اِلٰى لِقَائِكَ
”Wahai Allah, (melalui puasa ini), karuniakanlah kepada kami keindahan memandang wajah-Mu, dan kerinduan berdekatan dengan-Mu”
 
اَللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكِذْبِ وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ
”Wahai Allah, (melalui puasa ini pula) bersihkan hati kami dari sifat-sifat munafik, bersihkan perbuatan kami dari pamer dan mengharap pujian orang. Bersihkan lidah kami dari dusta dan jauhkan mata kami dari pandangan yang mendatangkan dosa. Sungguh Engkau Maha Mengetahui gerak mata kami sekecil apapun yang mengandung dosa, serta Maha Mengatahui apapun lintasan yang tersembunyi dalam hati kami.”
 
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ أَيَّامَنَا أَيَّامَ رَسُوْلِ اللهِ وَلَيَالَنَا لَيَالَ رَسُوْلِ اللهِ
Wahai Allah, jadikan hari-hari kami (selama berpuasa ini) selalu bersama Rasulullah; dan jadikan malam-malam (Ramadan) kamimalam dengan semerbak wewangian Rasulullah.
اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلٰى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Wahai Allah, melalui puasa ramadan ini,  bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, selalu senang dengan apapun pemberian-Mu, dan setiap hari menambah keimanan dan akhlak kami.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ
رَّحِيْمٌ
Wahai Allah, jadikan kami orang-orang yang membahagiakan orang tua kami, yang masih hidup bersama kami atau yang telah berpulang ke hadirat-Mu. Bersihkan hati kami dari dendam dan iri hati terhadap sesama kami.  Jadikan semua anak kami shaleh-shalihah yang membukakan pintu surga untuk kami. Pertemukan semua yang hadir di masjid ini kelak di surga bersama keluarga dan guru-guru kami, serta bersama Rasulullah SAW yang kami cintai. -=0=-

UANG RATUSAN MILYAR, RUMAH DI GANG SEMPIT.



Fachruddin
TERINSPIRASI DARI KHATIB Jum'at 5 Juni 2020 di Masjid Aljihad Perum Korpri Bandar Lampung, dalam konten khutbahnya beliau Ustd. Iqbal sebagai Khatib yang pertama kali di selenggarakan di Masjid Al Jihad ini. Dalam khutbahnya dikatakan bahwa dalam kaitan antara ilmu dan kekayaan. (1). Ada yang berilmu dan berharta, (2). Ada yang Berilmu tetapi Tak Berharta, (3). Ada yang Tak berilmu tetapi Tak Berharta, tetapi (4) Ada yang tak berilmu dan Tak berharta. Kelompok yang keempat ini adalah kelompok yang celaka, kata Khatib Ustd. Iqbal.  Nampaknya Ustadz mengacu kepada peringatan bagi ummat Islam,  Bahwa kemiskinan akan menghampirkan seseorang kepada kekafiran.

Ini bukan Omong kosong, karena Nabi Besar Muhammad menjadi seorang yang kayaraya karena kekayaannya digabung dengan kekayaan sitrinya sebagai wanita kaya di kota Makkah. Oleh karenanya berbicara tentang kekayaan maka mutlak kita merujuk dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Manakala keteladanan kita menyimpang dari beliau maka ilmu dan harta kekayaan itu jusateru akan menjadi malapetaka besar karena kita harus mempertanggungjawabakan  segala sesuatunya terkait harta itu dalam proaes yang demikian panjang, sehingga masuk Syurgapun orang orang kaya berda pada akhir akhir waktu.

Menghindari kekafiran, kesengrasaraan dan kekonyolan lainnya, maka yang harus dihindari oleh setiap seseorang adalah miskin dan sekaligus tak memiliki ilmu. Artinya pilihan terakhir minimal bagi seseorang adalah berilmu tak berharta atau berharta tetapi tak berilmu, itu posisi pilihan minimal. Untuk mengetahui bagaimana kisah sukses seseorang hingga menjadi berharta atau berilmu atau keduanya, itu boleh saja kemanapun dicari. tetapi keteladanan mutlak harus meneladani Rasul.

Modal kekayaan yang berhasilk didapat oleh Muhammad, yang kelak pada saat nya diangkat sebagai Rasul, yang pada saat diangkat menjadi Rasul SAW beliau sudah tercatat sebagai orang kaya di Makkah. Kekayaan beliau didapatkan dari kejujuran, kejujuran beliau bukan hanya dikenal di Makkah, tetapi di dunia, dan orang yang tak berimanpun mengakuinya, dan itu pula yang menyebabkan Muhammad SAW menjadi orang yang paling masyhur sedubia. Beliau menjadi manusia yang paling terkenal.

Yah ... kejujuran, itulah modal Muhammad SAW, bukan saja dalam keberhasilannya berbisnis, tetapi menjadi penghulu bagi Rasul dan Nabi ....

................ belum selesai